
LAMPUNG BARAT, Lampung ¶ Binkari – Dalam acara ngegas 4 (empat) yang mengangkat Tema ”Festival Wisata Hutan,” sebanyak 200 orang peserta motor Cross dilepas Bupati Lampung Barat H. Parosil Mabsus, di Lapangan Kecamatan Kebun Tebu, Sabtu, (08/10/2022).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Lampung Barat Edi Novial, S.Kom, Anggota DPRD Lampung Barat Tomi Ardi, SH, Camat Kecamatan Kebun Tebu Ernawati, SE, Kesatuan Pengelola Hutan Lindung (KPHL) perwakilan Lampung Barat, Babinsa, Babinkantibmas dan unsur Muspika.
Ada yang berbeda dari kegiatan bupati Lampung Barat kali ini, karena nampak hadir pada kegiatan tersebut salah satu penyanyi ternama yang merupakan putra daerah Lampung Dide yang merupakan Vokalis Hijau daun dan selebgram tiktok ternama Jieh dan Ta’un.
Dalam sambutannya, Parosil mengungkapkan banyak sekali manfaat yang akan bisa manusia dapatkan dari penanaman seribu pohon ini, misalnya adalah menjaga struktur tanah agar tidak terkena erosi saat hujan datang, dan lain sebagainya.
Dan juga menghindari bencana alam terutama tanah longsor, menjaga udara tetap bersih sebab semakin banyak pohon yang ditanam maka akan semakin banyak oksigen yang akan kita hasilkan, menjaga kelestarian pauna yang ada di lingkungan hutan Lampung Barat.
“Dalam kegiatan ngegas kali ini kita patut bangga karena salah satu penyanyi dan tiktokers asal Lampung dapat hadir untuk memeriahkan acara ini,” ungkap Parosil dengan bangga.
Parosil Mabsus Bupati Lampung Barat itu, mengapresiasi acara tersebut karena menurutnya kegiatan ini merupakan hal yang inovatif, kreatif dan produktif.
Dia menghimbau kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan cross, agar tetap menjaga kebersamaan, kekompakan dan menjaga kelestarian lingkungan.
“Karena kawasan hutan di Lampung Barat ini masih terbilang alami, saya harap keindahan tersebut jangan sampai rusak,” kata Bupati penuh harap.
Parosil Mabsus mengapresiasi kegiatan yang positif itu, karena salah satu rangkaian acara dilakukan penanaman 1.000 pohon dalam rangka mendukung Lampung Barat sebagai kabupaten konservasi. (Adung)

