
KONAWE, Sulawesi Tenggara ¶ Binkari – Pemilihan kepala desa (Pilkades) pada 31 Oktober 2022 serentak di Kabupaten Konawe terlaksana aman dan damai, meskipun ada riakan sedikit tapi hanya sekedar hal biasa.
Khususnya di kecamatan Padangguni ada 5 desa yang ikut kontestasi pilkades, 4 desa calonnya petahana atau incumbent, dan 1 desa Padang Mekar adalah calon baru.
Tepatnya pukul 14.00 wita dilakukan penghitungan suara, petahana nomor urut 1 di desa Mata Hori unggul dengan perolehan suara 389, disusul nomor urut 3 mendapatkan 98 suara dan terakhir nomor urut 2 mengantongi 42 suara.
Di desa Sambaosu hanya 2 calon, petahana mengunggulinya dengan jumlah suara yang jauh berbeda dibandingkan rivalnya. Yaitu, 564 suara untuk petahana nomor urut 1, dan nomor urut 2 dengan jumlah 72 suara.
Selanjutnya desa Matanggorai, juga di menangkan petahana dengan perolehan suara 226 sebagai nomor urut 2, dan disusul nomor urut 1 sebanyak 187 suara, terakhir nomor urut 3 mengantongi 91 suara.
Desa Padang Mekar dari tiga calon
yang unggul adalah nomor urut 3
Menariknya, di desa Aleuti yang sebelumnya di beritakan di media ini (Binkari) tentang masyarakat mengidolakannya, ternyata benar warganya masih menginginkan ibu yang cantik dan baik hati itu untuk meneruskan kepemimpinannya. Terbukti incumbent Nining Hastuti mengungguli pesta demokrasi itu dengan jumlah suara 189 sebagai nomor urut 2 dan diikuti oleh nomor 3 sebanyak 154 suara, diakhir nomor 1 berjumlah 9 suara.
Camat padangguni dalam sambutanya menghimbau kepada semua calon, baik yang menang maupun yang kalah agar tetap menjangga stabilitas keamanan dan kedamaian di desanya masing-masing.
“Mari kita jaga keamanan dan kedamaian, jangan saling menjatuhkan ataupun memprovokasi, karena sebelum pemilihan para calon sudah menandatangani pernyataan siap kalah dan siap menang. Mari kita dukung yang menang, dan yang menang harus bergandengan tangan dengan yang kalah.” Jelas Camat dengan himbauannya penuh harap.
“Karena yang membangun kampung adalah semua warga yang tinggal disitu. Saya titip pesan sama saudaraku semua, ini bukan persoalan kalah dan menang, tapi hanya persoalan waktu saja.” Camat Pandangguni bapak Marwan Lahatamu mengakhiri penjelasannya, sembari mengatakan bahwa yang kalah jangan berkecil hati, tetap semangat membangun desa secara bersama-sama.
(Adrian)

