
KETAPANG, Kalimantan Barat ¶ Binkari – Butuh perhatian pemerintah, rumah adat Melayu MABM desa Randau Jungkal kecamatan Sandai kabupaten Ketapang provinsi Kalbar kini terbengkalai dalam pembangunannya.
Bangunan terletak di tengah- tengah desa Randau Jungkal kecamatan Sandai kabupaten Ketapang ini pembangunannya dilaksanalan sejak tahun 2019 silam sebagaimana keterangan salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
“Bangunan ini dibangun sejak tahun ( 2019) hingga sampai saat ini bangunan rumah adat ini terbengkalai tidak diperhatikan.” Kata salah seorang warga.
Terpantau crew wartawan Bintang Bhayangkara dilokasi pembangunan Kamis 10/11-2022, dimana berapa dinding rumah adat Melayu MABM desa Randau Jungkal itupun belum terpasang, bahkan belum berdinding sampai pada bagian belakang bangunan.
“Terjadi pembiaran serta tidak adanya perhatian khusus dari pihak pengelola ataupun pengurus rumah adat Melayu MABM yang ada di desa sehingga bangunan ini terancam gagal produk (mubajir).” Ujar salah seorang warga.
Selaku warga desa Randau Jungkal kecamatan Sandai kabupaten Ketapang, memohon kepada pemerintah kabupaten Ketapang Kalimantan Barat agar bisa melanjutkan pekerjaan rumah adat Melayu MABM sebagai simbol adat budaya Melayu turun temurun, tidak bisa dibuang dari adat Melayu. (Joni p)

