
Bulukumba Timur, Sulsel⚡️Binkari — Maraknya aktivitas penambangan ilegal di wilayah Bulukumba Timur kian meresahkan. Sejumlah lokasi tambang kini dipenuhi alat berat dan kegiatan pengambilan material yang dilakukan tanpa izin resmi. Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan pemilik tambang yang memiliki legalitas dan mengikuti aturan yang berlaku. Minggu 03 Agustus
Salah satu pelaku usaha tambang yang sah, Ahma Raja, mengaku sangat dirugikan oleh kehadiran tambang-tambang ilegal tersebut. Ia menuturkan bahwa selain merusak lingkungan, tambang ilegal ini juga memotong jalur distribusi dan harga material yang tidak sehat di pasar.
“Kami punya izin resmi, bayar pajak, dan ikuti aturan. Tapi sekarang kami yang rugi karena tambang ilegal seenaknya beroperasi tanpa pengawasan,” ujar Ahma Raja kepada media ini.
Ahma Raja yang diketahui sebagai pelaksana tugas di salah satu tambang resmi di kawasan Bulukumba Timur meminta agar aparat penegak hukum dan instansi terkait segera turun tangan menertibkan aktivitas tambang ilegal yang semakin merajalela. Ia juga menegaskan bahwa jika kondisi ini terus dibiarkan, maka para pengusaha tambang yang taat aturan akan berhenti beroperasi karena tekanan pasar yang tidak sehat.
Beberapa warga sekitar juga mengeluhkan dampak dari aktivitas tambang ilegal tersebut, mulai dari kerusakan jalan hingga pencemaran aliran sungai kecil yang digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari.
Masyarakat dan pelaku tambang resmi berharap Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bulukumba, bersama aparat penegak hukum seperti Unit Tipidter Polres Bulukumba, segera menindak tegas oknum-oknum yang menjalankan tambang tanpa izin.
ARM

