KONAWE, Sulawesi Tenggara ¶ Bhinkari – Usai sudah pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Konawe pada tanggal 31 Oktober 2022.
Banyak pihak berharap semoga yang terpilih dapat mengedepankan kemajuan desanya melalui pembangunan. Tentunya kemenangan para Kades terpilih adalah milik semua masyarakat yang ada di desanya.
Himbauan dari tokoh masyarakat dan para pejabat kepada kepala desa yang terpilih agar menjaga keamanan dan kedamaian di desanya masing – masing. Sebab alangkah indahnya dan bahagia hidup rukun dan damai di dalam persaudaraan, ibarat embun yang segar pada pagi yang cerah.
Benar-benar damai se usai Pilkades, terlihat dari pantauan media ini (Binkari) di beberapa desa telah melakukan perhitungan suara.
Menarik disimak, salah satu kandidat incumbent atau petahana sebelum Pilkades pernah bersua dengan awak media Bintang Bhayangkara Indonesia (Binkari) untuk pemberitaan dirinya tentang dukungan masyarakatnya, edisi berita online Binkari tertanggal 8 Oktober 2022, dengan judul “Dianggap Berhasil, Masyarakat Masih Menginginkan Lidiawati S.Pd Pimpin Desa Dawi-Dawi.”
Saat itu ditanya soal program kerjanya, Dia (ibu Lidiawati) dengan sigap menjawab, “Insyaalah semua rencana kegiatan yang telah kami susun kedepan akan kami lanjutkan, akan tetapi semua itu tidak terlaksana degan baik tanpa dukungan masyarakat, utamanya Badan Permusyawaratan Desa (BPD).” Kata ibu incumbent yang baik hati itu. (Kutipan berita media Binkari 8 Oktober 2022).
Ternyata benar-benar berhasil, Dia mengungguli pesta demokrasi itu di desa Dawi-Dawi Kecamatan Wonggeduku sebagai nomor urut tiga menang di tiga dusun, yaitu dusun satu 59 suara, dusun dua 66 suara, dusun tiga 52 suara, totalnya 177.
Sedangakan rivalnya calon no dua di dusun satu 21 suara, dusun dua 3 suara, dusun tiga 18, total 42 suara. Selanjutnya calon nomor satu di dusun satu 53 suara, dusun dua 24 dusun tiga 55, total 132 suara.
Ibu Lidiawati calon nomor tiga sebagai calon petahana menghimbau kepada calon yang kalah untuk legowo menerima kekalahan, jangan terprovokasi. Mari kita bergandengan tangan untuk bersama-sama membangun kampung.
“Saya selaku pemenang akan tetap
siap menerima sumbang saran dari
teman-teman, Saya juga menghimbau kepada seluruh warga masyarakat kemarin kita sempat berbeda pandangan, hari ini dan seterusnya mari kita bersatu lagi.”
“Dawi dawi ini untuk kita semua tanpa kalian saya tidak bisa berbuat apa-apa, lupakan perbedaan. Mari kita ikat tali persaudaraan, sekali lagi tanpa kalian saya tidak bisa berbuat apa-apa.” Tandas petahana ibu Lidiawati dengan santun berjiwa membangun kedamaian antar sesama masyarakatnya.
Terpisah ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Konawe saudara Andi memberikan suport kepada Incumbent yang menang dengan penjelasannya, “kerap kali, sumber daya manusia dan infrastruktur di desa diremehkan oleh berbagai kalangan. Padahal, sebetulnya, kekayaan yang ada di suatu desa jika dikembangkan bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat.”
“Tak hanya di aspek ekonomi saja, melainkan juga di bidang sosial dan ekologi. Ini menjadi pekerjaan rumah yang cukup besar bagi pemerintah. Untuk itu, dibutuhkan bantuan dari berbagai lembaga sosial untuk membuat program desa unggulan. Sehingga, masyarakat desa lebih berdaya dan dapat bersaing di masa globalisasi ini.”
“Berbagai aspek perlu diperhatikan oleh pemerintah. Sehingga, tercipta program desa unggulan untuk memberdayakan masyarakat.”
“Salah satu aspek yang sangat penting bagi masyarakat pedesaan adalah faktor ekonomi. Faktanya, jika pendapatan masyarakat rendah, maka mereka tidak bisa hidup mandiri dan sejahtera. Untuk itu, diperlukan program desa unggulan di bidang ekonomi untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan.” Jelas ketua PPWI Andi Ifhitrah sembari berharap jangan korupsi.
(ADRIAN)


