
KONAWE, Sulawesi Tenggara ¶ Binkari – Mengutip pernyataan di media online, salah satu komisioner Bawaslu Kabupaten Konawe Indra Eka Putra bahwa “Aljumatul masih peserta tes wawancara pihaknya belum di keluarkan dari peserta tes wawancara, dia belum gugur hanya saja jadwal tesnya sudah lewat. Kalaupun dia menghadap ke Bawaslu provinsi untuk di jadwalkan ulang tes wawancara kami akan fasilitasi.”
Menurut Aljumtul, “apakah bukan sebuah tindakan yang mencoreng integritas komisioner penyelenggara negara, seperti meremehkan aturan dengan segampang itu mengucapkan tes wawancara akan di ulang asalkan menghadap ke Bawaslu propinsi.”
“Yah, saya hanya menduga Indra Eka Putra ini sudah biasa melakukan hal-hal yang bersifat melanggar aturan, saya rasa beliau tidak pernah menilai usaha orang tanpa mempertimbangkan proses dan rintangan yang di lewati sebelum mendaftarkan diri sebagai calon Panwas Kecamatan.” Sembur Aljumatul, kecewa dengan amburadulnya panitia Panwascam oleh oknumnya.
Lanjutnya, “Sangat disayangkan seorang komisioner Bawaslu tidak menjaga jiwa profesional dalam mengeluarkan ucapan lisan.”
“Apakah pantas seorang komisioner penyelenggara Bawaslu melontarkan ucapan dalam proses tahapan rekrutmen Panwas Kecamatan pada saat sesudah tes tertulis dan sebelum tes wawancara dengan kalimat, ‘jangan paksakan Aljumatul kamu di PPK saja, kamu sdh mengundurkan diri dan di PAW pada saat di Panwas Kecamatan Abuki, mana lagi kamu tidak bersyarat.’
“Dengan jarak dekat juga di ucapkan komisioner Bawaslu Kabupaten Konawe Rahmat, ‘ada putusanmu disitu, kamu sangat berat Aljum.’ Menurut saya (Aljumatul), tidak pantas Indra dan Rahmat mengatakan demikian.”
“Artinya bahwa secara kasar Indra Eka Putra dan Rahmat sudah menghalang-halangi hak saya sebagai warga negara, semoga saja mereka tidak melanggar kode etik.” Urai Aljumatul dengan tegas penuh semangat.
“Besar dugaan saya sudah ada nama calon Panwas Kecamatan yang mereka persiapkan di Kecamatan Abuki selain saya. Apakah saya harus memaksakan diri untuk wawancara? itukan tidak mungkin sama halnya saya lompat di lumpur mati, saya sudah pastikan tidak bakal lolos 3 besar.
Awak media Bintang Bhayangkara Indonesia (Binkari) sempat bertanya langkah apa ke depan yang akan dilakukan.
“Soal langkah-langkah apa yang di tempuh tentunya saya sebagai warga negara Indonesia tetap mencari keadilan agar nantinya ke depan tidak terulang ke komisioner Bawaslu baik tingkat Pusat, Provinsi dan Kabupaten yang berdampak di tingkat bawah komisioner Bawaslu.” Aljumatul mengakhiri perbincangannya dengan santun, sembari Dia beri sinyal bahwa permasalahan ini akan dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum atau DKPP.
Sebelumnya, Aljumatul bersama rekan-rekan aktivis menggelar aksi damai di halaman kantor Bawaslu Kabupaten Konawe, sempat berpose di depan pintu Bawaslu untuk penyegelan kantor.
Dalam orasinya para aktivis meminta ketransparanan dari pihak Bawaslu pada penyelenggaraan pemilihan Panwascam, yang diduga terjadi persekongkolan oknum-oknum panitia.
Tapi saat itu pihak Bawaslu mengklarifikasinya, bahwa pemilihan Panwascam itu sudah sesuai mekanisme yaitu melalui juknis atau petunjuk teknis.
Namun sampai berita kedua ini tersajikan, komisioner Bawaslu saudara Indra Eka Putra tidak membalas WA awak media Binkari saat dikonfirmasi demi keseimbangan berita.
(Masda)

