
MERANGIN, Binkari – Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah hukum Polres Merangin kian hari menjadi sorotan publik, dari jenis tambang lubang jarum, dompeng hingga jenis alat berat yang melakukan aktivitas tambang ilegal.
Terkait hal tersebut, Kapolres dan Dinas Lingkungan Hidup juga Dinas Kehutanan melaksanakan pertemuan dengan warga Desa Sungai Pinang pada hari Jum’at (09/09/2022) di kantor Desa Sungai Pinang untuk sosialisasi tidak melaksanakan kegiatan Peti.
Tujuan Sosialisasi itu dalam upaya mencegah tindakan aksi aktivitas pertambangan Ilegal di tengah masyarakat yang berpotensi merusak lingkungan.
Pada pertemuan itu, Kapolres Merangin yang diwakili oleh Waka Polres Merangin Kompol. Amos Yosua Viclonar Lubis. S.H, didampingi Iptu. Agung Heru. S.sy.,M.M dan personil Sat Intelkam/Personil Polres Merangin serta Jajaran Polsek Sungai Manau, menekankan agar Kepala Desa dan perangkat Desa Sungai Pinang bersama sama mengajak warganya sadar akan bahaya penambangan emas ilegal yg merusak lingkungan hidup.
“Warga dihimbau untuk tidak melakukan penambangan emas dengan merusak lingkungan, jadikan lah situasi seperti sedia kala dengan ekosistim yang asri. Kita rindu keasrian alam dan diawali dari saat ini,” tegas Waka Polres.
Selain itu Waka Polres juga menyarankan kepada Kepala Desa serta perangkat Desa Sungai Pinang, untuk melakukan pendekatan kepada para pekerja tambang, agar menghentikan kegiatan tambang ilegal yang merusak lingkungan dengan cara menggunakan alat berat jenis exacvator .
“Disarankan kepada Kepala Desa dan warga Desa Sungai Pinang untuk melakukan penimbunan kembali lubang-lubang bekas penambangan ilegal dan memberdayakannya kembali menjadi lahan pertanian sawah serta budidaya ikan,” lanjut nya.
Upaya mengajak melaksanakan reklamasi dan menjadikan ekonomi produktif guna sumber ekonomi contohnya perikanan juga disampaikan pada pertemuan itu.
Momentum Kesepakatan ini akan berjalan dengan maksimal dan dengan selaras agar warga mengikutinya, yakni dengan menanamkan rasa saling menghargai dan saling jaga kelangsungan kelestarian alam.
Sementata Kapolsek Sungai Manau berharap setiap kesempatan, adanya koordinasi lintas sektoral dilaksanakan guna antisipasi peningkatan pelaksanaan Peti di Wilayah Hukumnya.
“Mimpi kita melihat air sungai yang jernih dan asri di sekitar lingkungan kita,kita hanya membutuhkan Kerjasama dan niat membenahi alam sekitar,” Iptu Mulyo. (Umar Khatab )

