
BOLSEL, Binkari – AIPTU Frans Mamaghe – Tuwonaung lahir di kota Tahuna 5 februari 1972. Pendidikan SD di desa Mahumu, SMP, SMA di Tahuna. Sejak kecil sampai dewasa almarhum tinggal di pulau Mahumu. Banyak kenangan Dia di kampung Mahumu, misalnya naik cengkih, memancing, menjaring ikan (menoma) bahkan mendulang emas di Lapango sebelum masuk Polisi dan lain-lain.
Pada tahun 1991 Frans Mamaghe diterima jadi Polisi dan penempatan pertama atau tugas perdana di Polres Bolaang Mongondow. Kemudian pada tahun 1993 di mutasikan ke Polsek Pinolosian Polres Bolaang Mongondow dan sesudah itu tidak pernah dimutasikan lagi. Terus bertugas dalam kurung waktu 27 tahun di Polsek yang sama. Lalu pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 menjadi ajudan Bupati Bolsel Herson Mayulu, AIP. Dan jabatan komdan Frans terakhir sebagai Kepala Pos Polisi (KAPOSPOL) wilayah Posilagon serta mengemban tugas sebagai Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).
Semasa hidup Frans Mamaghe dikenal oleh keluarga, teman-temannya sesama Polisi dan terhadap masyarakat sangat baik. Karena karakternya memang bersahabat dengan siapa saja tanpa memilah milih orang. Bahkan pernah juara pidato Polisi se Sulawesi Utara. Dan juga menjadi kostor, Penatua selama 17 tahun karena ketulusan hatinya melayani di rumah Tuhan dan melayani masyarakat di desa Pinolosian sebagai POLRI aktif.
Kronologis kecelakaan, pada hari rabu pagi tanggal 22 juli 2020 sekitar jam 08.00 wita korban Aiptu Frans Mamaghe berangkat dari Polsek Pinolosian menuju desa binaan desa Posilagon, desa iligon, desa perjuangan dengan jarak tempuh 80 km. Dalam rangka pendampingan pembagian dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang di hadiri oleh bupati Bolsel dan SKPDnya sekaligus penyuluhan dari KPU dalam rangka pemilihan bupati dan wakil bupati Bolsel.
Setelah itu malam korban kembali ke arah Polsek Pinolosian. Sekira pukul 19.30 wita almarhum saat melintas di jalan tikungan desa Mataindo Utara kecamatan Pinolosian Tengah terjatuh di dalam selokan sedalam kurang lebih 1,5 meter. Dan di temukan oleh masyarakat pada keesokan harinya pagi kamis tanggal 23 juli 2020 jam 07.00 wita. Artinya selama 11 jam 30 menit korban sendirian di lokasi kecelakaan baru ditemukan warga.
Karena kecelakaan itu korban mengalami luka lebam di bagian rahang, luka lecet pada bagian kaki kanan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Selanjutnya korban di bawa ke puskesmas Pinolosian untuk di lakukan pemeriksaan luar.
Namun demikan, beragam spekulan muncul karena cuaca rintik-rintik hujan malam hari dan tidak ada penerangan jalan, dan mungkin kelelahan selepas tugas lalu mengantuk atau mungkin kendaraan Polisi berplat nomor KLX 40272 XV mati lampu atau lain sebagainya. Kejadian kecelakaan tersebut diserahkan ke Polisi untuk menyelidikinya.
Dengan baju dinas lengkap dalam keadaan bertugas demi Negara Kesatuan Repoblik Indonesia (NKRI) terjadi kecelakaan dengan posisi motor diatas tubuh Frans Mamaghe, tentunya perlu diapresiasi dan dihormati gugur sebagai pahlawan bangsa.
Selamat jalan AIPTU Frans Mamaghe – Tuwonaung, kebaikanmu akan kami selalu kenang sebagai kusuma bangsa.
Kami sebagai keluarga menyampaikan terimakasih kepada Kapolres Bolsel, Kapolsek Pinolosian beserta jajaranya, Kepala Kodim, Danramil Bolsel, bersama personilnya dan pemerintah kabupaten Bolaangmongondow Selatan yang sudah mengurus almarhum ke Manado jumat 24/07/2020. Kiranya Tuhan memberkati bapak ibu saudara sekalian.
Begitu juga kami sebagai pemangku duka menganturkan terimakasih kepada kapal Barcelona, kepada penjemput di pelabuhan Tahuna, dan kepada Kapolres Sangihe Tony Budhi Susetyo yang akan menyiapkan personilnya dalam rangka upacara kedinasan pemakaman almarhum AIPTU Frans Mamaghe.
Akhirnya kami juga, mengucapkan terimakasih kepada pemerintah kabupaten kepulauan Sangihe yang akan hadir di acara pemakaman yang terkasih almarhum Frans Mamaghe pada hari minggu 26/07/2020 di kelurahan Angges kecamatan Tahuna Barat pukul 13.00.
Terimakasih kepada semua pihak yang kami tidak dapat sebutkan satu persatu. Semoga Tuhan memberkati. (Ara Fendi)

