
TANGGAMUS, Binkari – Bendahara SMPN 1 Semaka saudara Ponimin saat dikonfirmasi oleh awak media Bintang Bhayangkara Indonesia (BINKARI), bahwa Dia belum bisa memberikan keterangan terkait pengggunaan dana Biaya Oprasional Sekolah (BOS) anggaran tahun 2021.
“Maaf, saya belum bisa memberikan keterangan mengenai dana BOS tahun 2021, karena Kepsek masih Isolasi Mandiri (Isoman) di rumah, beliau baru pulang dari Haji. Saya takut salah menjelaskannya, alangkah baiknya menunggu Kepsek, biar lebih bagus.” Elak bendahara. Selasa, 9/8/2022
Lanjut Dia, “Saya tidak tahu menahu tentang pengelolaan dana BOS, semua dihendel langsung oleh Kepala Sekolah, hanya sebahagian saja yang saya tahu. Kegiatan ekstrakurikuler pun saya tidak mengetahuinya. Lebih baik rekan-rekan media datang hari Kamis, Kepsek akan masuk, dikarenakan ada rapat.” Tutur Ponimin, lempar tanggung jawabnya sebagai bendahara.
Waktu yang berbeda, Kepsek SMPN 1 Semaka pak Budi berhasil diwawancarai terkait realisasi penggunaan dana BOS tahun anggaran 2021 yang diduga kuat fiktif dan mark-up.
Ditanya soal dana ekstrakurikuler yang menelan puluhan juta rupiah itu, “kegiatannya tidak semua kami gunakan, muridnya dikurangi, misalnya jumlah murid 30 orang, kami ambil separonya. Kegiatan ini terlaksana karena dapat rekomendasi dari Provinsi dan Kabupaten.” Kata Kepsek, Jumat, 11/8/2022.
Adapun sebagian pengadaan barang berupa AC 1 unit Rp 5 juta, tabung oksigen 1 unit Rp 1.089.100, loudspeaker 2 unit Rp 6 juta, LCD proyektor 1 unit Rp 5 juta, intelligent sensor soap dispenser 2 unit Rp 1.750.000, wife ratu 1 unit Rp 3.200.000.
Begitu juga dengan pengerjaan pemeliharaan taman dan lapangan yang dibeli adalah semen 67 sak dengan harga Rp 65 ribu per sak, pasir 2 colt Rp 600 ribu, angkong 2 buah Rp 1.505.000, besi 33 biji Rp 2.475.000.
Saat dicecar pertanyaan mengenai anggaran tersebut, Budi mengelak dan membantah, malah membentak dan memaki dengan nada bicara yang tinggi seolah ingin menutupi kesalahannya.
Lebih mencengangkan lagi pada tahun yang sama SMPN 1 Semaka kedatangan tamu sampai ribuan orang, bisa dilihat dari anggaran konsumsi tamu sampai habiskan 1.289 makanan kotak sampai telan dana Rp 19.335.000, dan pembelian sampul rapor/buku rapor 192 buah Rp.14.400.000.
Genset 1 unit Rp 11.000.000, buku anti korupsi 67 exp Rp 4.958.000, pemasangan intalasi listrik baru 2 paket Rp 7.515.050, kursi besi/meta 20 unit Rp 5.500.000, kursi biasa 200 unit Rp 25.000.000, lemari kayu 1 unit Rp 3.500.000.
Kepala Sekolah saat ditanya tentang semua anggaran tersebut, “kami sudah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan kami sudah diperiksa orang dinas berkaitan dengan dana bos, bukan saya sendiri bendahara juga mengetahui.” Tandas Kepala Sekolah saling tuding dengan bendahara. (Tomi)

