
KONAWE, Sulawesi Tenggara ¶ Binkari – Pilkades sebagai bentuk perwujudan pesta demokrasi rakyat di lingkup pedesaan, dapat menjadi tolak ukur bagi kemajuan dan perkembangan demokrasi di Indonesia. Pilkades juga menjadi salah satu indikator untuk melihat tingkat kedewasaan berpikir dan berdemokrasi di tingkat masyarakat pedesaan dalam menyikapi pemilihan dan pertarungan untuk memperebutkan dukungan secara sehat dan rasional.
Kontestasi Pilkades selalu menarik untuk di amati dengan segala dinamika politiknya. Hal ini menggambarkan bahwa konstelasi politik pedesaan juga tidak kalah “rasa dan tensinya” dengan Pilkada maupun Pilpres yang melibatkan banyak pihak dari berbagai segmen untuk menjadi timses demi meraup suara sebanyak-banyaknya.
Di kabupaten Konawe provinsi Sulawesi Tenggara pada tanggal 31 Oktober 2022 akan dilaksanakan Pemilihan Kepala Desa atau Pilkades secara serentak yang akan diikuti oleh 168 desa. Berbagai persiapan yang matang telah dilakukan pemerintah untuk mensukseskan perhelatan yang demokratis itu.
Salah satu calon adalah Petahana atau pemegang jabatan yang sedang menjabat yaitu ibu Nining Hastuti. Tentunya selaku calon Petahana Hastuti punya visi yg tulus dan
Iklas untuk membangun desanya
agar bisa setara dengan desa-desa
lain yg sudah jauh lebih baik.
Di temui di kediamanya pada tanggal
3 Oktober 2022 oleh wartawan media ini (Binkari), “Keinginan masyarakat sangat kuat untuk mendorong saya maju kembali sebagai calon Pilkades, berdasarkan dukungan masyarakat ini akhirnya saya rela lagi ikut memeriahkan pesta demokrasi di desa Aleuti yang ku banggakan dan masyarakatnya yang saya cintai.” Kata ibu Hastuti dengan santun penuh kasih terpancar dari raut wajahnya yang cantik itu.
Dia meneruskan pemaparannya, “jika terpilih kembali, periode berikutnya saya akan melanjutkan amanat rakyat untuk membangun desa Aleuti lebih maju lagi dari yang sebelumnya. Sebab belum ku tunaikan semua pembangunannya dikarenakan selang dua tahun kita diserang korona atau covid-19, akhirnya dana untuk pembangunan desa yang utamanya jalan, drainase dan lain-lain terpaksa di alihkan dulu ke penanganan covid sesuai arahan pemerintah pusat.” Urai Nining yang punya tekad kuat dan semangat ingin menjadikan desanya lebih hebat.
Ditanya soal dukungan masyarakat nya, “Alhamdulillah, itulah membuat saya bersemangat, mereka berharap saya harus kembali ikut pertarungan Pilkades, dan saya harus siap demi masyarakat.” Ucap Petahana ibu Nining Hastuti dengan lemah lembut penuh kerendahan hati. Dan diakhir obrolan Dia menyampaikan bahwa jumlah wajib pilih 175 orang dan 164 Kepala Keluarga (KK).
Lebih menarik lagi bahwa ada beberapa faktor pendukung seorang Petahana dapat kembali terpilih, pertama petahana dianggap mampu mewujudkan program pemerintahan desa yang dianggap berhasil dan diterima oleh masyarakat.
Kedua, masyarakat menganggap Petahana telah menjalankan programnya dengan baik dan mampu melayani berbagai kebutuhan masyarakat desa melalui program-program yang dibuat baik program desa itu sendiri maupun program arahan dari pemerintah pusat
Ketiga, kuatnya figur Petahana yang dianggap mumpuni namun merakyat dengan tidak memiliki rekam jejak yang negatif maupun yang mencederai kepercayaan publik.
Keempat, dengan menggandeng tim sukses atau tim pemenangan dari tokoh masyarakat dan tokoh agama yang dianggap kharismatik, berwibawa, menjaga moral etik dan memiliki status sosial ekonomi yang baik di masyarakat dan menjadi sosok yang disegani juga terpandang.
Selanjutnya, warganya di tempat yang berbeda, “Ibu Nining adalah idola kami, selalu ada di hati kami, beliau bersahaja dan tak pandang suku agama atau status sosial lainnya, semuanya sama di mata ibu selama menjabat satu periode. Maka dari itu kami semangat bersatu padu mendukung ibu Nining Hastuti.” Tandas salah satu warga di dusun tiga yang tidak mau namanya disebut. Sembari menutup penuturannya Dia menegaskan bahwa hati boleh panas tapi kepala tetap dingin di pra Pilkades ini maupun pada waktu Pilkades demi keamanan dan kedamaian di desa Aleuti kecamatan Padangguni.
(Adrian)

