
RUPAT BENGKALIS, Riau⚡Binkari – kegiatan penambangan pasir ilegal sampai saat ini masih menjadi keresahan warga Rupat, apalagi mereka yang hidup di tepian pantai.
Penambangan pasir ilegal ini mengancaman ekosistem dan tentunya merusak kelangsungan hidup masyarakat setempat, khususnya masyarakat yang berada di Pulau Rupat Bengkalis.
Sas sus beredar, keterlibatan seorang tokoh masyarakat dalam usaha ilegal ini dengan cara mengeruk pasir di sungai Injab, di sinyalir sudah lama terjadi, di ketahui sosok ini merupakan salah satu tokoh Ormas di pulau Rupat yakni IWR.
Dalam giatnya diduga Dia mendapat bekingan dari para petugas keamanan yang berada di perairan Rupat Dumai Bengkalis dengan menjual nama masyarakat. Dan usaha ilegalnya ini bisa meraup keuntungan puluhan hingga ratusan juta Rupiah.
Pasir tambang Ilegalnya selain di jual ke Bengkalis juga kepada para pemain Proyek Multiyears yang berada di Pulau Rupat, salah satunya jalan poros lintas Rupat.
Ini terbukti dalam temuan kunjungan wartawan beberapa waktu lalu di salah satu pelabuhan tempat penimbunan bahan bangunan yang terletak di Jeti pelabuhan jembatan Pangkalan Nyirih, nampak jelas pasir laut yang menggunung baru di bongkar oleh buru pelabuhan dengan menggunakan alat ekskavator dari sebuah kapal kayu yang bermuatan pasir penambangan ilegal itu.

Para kuli tinta (pers) mencoba menggali informasi dari salah satu pekerja, benar bahwa pasir itu baru di bongkar beberapa jam yang lalu, kepunyaan salah satu pemborong jalan Multiyears. Disinggung oleh awak media, dari siapa pasirnya, pekerja memberikan komentar di duga dari Adiah.
Pihak media mencoba konfirmasi kepada seorang pengurus pemborong jalan, Dia membenarkannya. Menurutnya, ratusan kubik pasir sengaja di datangkan pihak pemborong, yang di beli dari bapak Adiah.
Ketika ditanya kualitas standar pasir tanpa proses pencucian ulang itu, pihak terkait memilih bungkam. Selain itu, pasir di beli oleh pemborong karena harganya murah berbanding dengan pasir dari Dumai dan tempat lainnya.
Lewat pemberitaan ini, awak media bertanya kepada salah satu nara sumber terkait adanya beberapa pelabuhan dermaga yang bermain menampung pasir di Pulau Rupat ini. “Seperti diketahui, selain Pak Adiah ada beberapa pemain ilegal lainnya yang secara besar besaran menyedot pasir di Pulau Rupat ini di wilayah Terkul Kecamatan Rupat.” Ungkapnya, sembari meminta namanya untuk tidak dipublis.
Diduga kuat para penambang pasir ini bermain dengan aparat pemerintah dengan cara membayar setoran sehingga usaha ini berjalan aman-aman saja. “Semoga hal ini mendapat perhatian khusus dari Dinas terkait, serta pejabat lainnya.” Pinta nara sumber dengan nada serius.
Hingga berita ini disajikan, pihak-pihak terjait belum bisa dihubungi demi keseimbangan informasi ke publik.
(Red)

