
Bulukumba, Binkari — Upaya membersihkan Bulukumba dari jaringan narkoba kembali menunjukkan hasil besar. Seorang pria yang nekat membawa sabu ke kawasan wisata Tanjung Bira—tempat yang seharusnya menjadi wajah indah Bulukumba—akhirnya ditangkap tanpa ampun oleh Satnarkoba Polres Bulukumba, Senin malam (10/11/2025).
Pria itu, SL alias L (34), warga Bintarore, mengambil risiko paling bodoh dalam hidupnya: membawa sabu ke lokasi wisata dan mengira ia bisa bersembunyi dari hukum. Namun Satnarkoba bergerak cepat, dipimpin oleh IPDA Abdul Salam, S.H., di bawah komando tegas AKP Akhmad Risal, CPCLE., CPM., S.E., M.M., M.H.
Dan hasilnya? SL diringkus sebelum sabunya sempat merusak manusia lain.
MODUS MURAHAN, AKSI KOTOR, TERTANGKAP MEMBERI MALU!
Informasi dari masyarakat menyebut SL sering membawa sabu. Alih-alih berhenti, ia malah nekat membawa barang haram itu ke Bira—seakan ingin menginjak martabat daerah sendiri.
Satnarkoba langsung membuntuti pelaku, mengikuti gerak-geriknya, hingga akhirnya penggerebekan dilakukan di wisma tempat ia berdiam.
Barang bukti ditemukan:
10,2 gram sabu (sachet besar)
0,3 gram sabu (sachet kecil)
Ponsel
Disembunyikan dalam wadah permen serta di motor NMAX
Modus seperti ini bukan lagi cerdas… tetapi putus asa dan memalukan.
AKUI SEMUA, TAPI INI BELUM SELESAI — JARINGAN HARUS DIBAKAR HABIS
SL mengaku sabu itu miliknya. Ia membeli seharga Rp4,5 juta melalui perantara yang kini diburu polisi.
“Tidak berhenti di sini. Kami kejar pemasok dan jaringannya. Bulukumba tidak boleh disentuh narkoba,” tegas Kasat Narkoba.
Langkah ini bukan sekadar penegakan hukum, tetapi penyelamatan nama daerah dan masa depan generasi muda.
BIRA BUKAN TEMPAT UNTUK PENGEDAR!
Peristiwa ini menyadarkan kita:
Ada orang yang tega mencemari tempat wisata yang menjadi kebanggaan Bulukumba.
Ada orang yang rela mengorbankan nama daerah demi barang haram.
SL bukan hanya merusak dirinya, tapi:
Mencoreng wisata Bira
Mengganggu citra Bulukumba
Menghianati tanah kelahirannya sendiri
Tindakannya adalah pukulan terhadap kehormatan daerah.
SUARA PUBLIK: BULUKUMBA HARUS BERDIRI MELAWAN!
Kasus seperti ini harus jadi cambuk. Bukan untuk polisi saja, tapi untuk seluruh masyarakat Bulukumba.
Jangan biarkan kampung ini dikotori.
Jangan tutup mata jika ada kegiatan mencurigakan.
Laporkan!
Buktikan bahwa Bulukumba punya rakyat yang peduli dan tidak rela daerahnya dirusak sampah narkoba.
“Kami tidak akan kompromi. Laporkan, kami tindak!” tegas Satnarkoba.
SL MENDAPAT TEMPAT YANG TEPAT: DI BALIK JERUJI
SL kini ditahan di Mapolres Bulukumba. Ia harus mempertanggungjawabkan tindakannya—bukan hanya di hadapan hukum, tetapi juga di hadapan masyarakat yang telah ia kecewakan.
Bulukumba tidak boleh kalah oleh narkoba.
Bulukumba tidak boleh ditertawakan karena ulah satu-dua orang nekat.
Bulukumba harus berdiri tegak, bersih, dan tegas menolak segala bentuk narkotika.
Dan kepada siapa pun yang masih coba-coba bermain sabu di Bulukumba:
Belajarlah dari SL. Hukum bergerak. Masyarakat mengawasi. Daerah ini bukan tempatmu.
Abdul Rauf Bulukumba Sulsel

