
Membuka Mata Masyarakat Bulukumba Akan Bahaya Judi Bagi Keluarga dan Masa Depan Generasi
BULUKUMBA — Di tengah upaya menjaga kedamaian dan masa depan masyarakat, jajaran Polsek Kajang Polres Bulukumba kembali melakukan langkah tegas dengan menggagalkan aktivitas judi sabung ayam di Dusun Sapanang, Desa Sapanang, Kecamatan Kajang. Penggerebekan yang dilakukan Kamis (13/11/2025) ini tidak hanya menjadi cerita penindakan hukum, tetapi juga peringatan sosial bagi seluruh masyarakat tentang bahaya judi yang mengancam kehidupan keluarga.
Dipimpin oleh Kanit Samapta Aiptu Syamsul Alam dan Kanit Reskrim Aipda Budianto, SE, penggerebekan dilakukan setelah masyarakat memilih untuk tidak diam dan melapor. Warga yang resah melihat aktivitas mencurigakan di dekat sungai perbatasan Kajang – Sinjai akhirnya membuka jalan bagi aparat untuk bertindak.
Saat polisi tiba di lokasi, para terduga pelaku langsung melarikan diri. Namun, aparat tetap berhasil menghentikan aktivitas tersebut dan mengamankan dua ekor ayam hidup serta empat ekor ayam mati yang digunakan dalam praktik sabung ayam ilegal.
Kapolsek Kajang, Iptu Andi Umar Nur, S.Pd, menegaskan bahwa tindakan ini bukan hanya soal menegakkan aturan, tetapi upaya menjaga kehidupan sosial masyarakat dari kerusakan moral dan ekonomi.
“Judi tidak merusak satu orang saja. Ia merusak satu keluarga, satu lingkungan, bahkan masa depan satu generasi. Kita tidak ingin ada anak-anak di Bulukumba yang tumbuh dalam rumah tangga penuh pertengkaran akibat judi,” ucap Kapolsek dengan tegas.
Perspektif Sosial: Ketika Judi Mengambil Lebih Banyak Dari yang Dipertaruhkan
Kapolsek menjelaskan bahwa judi sabung ayam, meskipun terlihat sederhana, memiliki dampak sosial berantai:
Ekonomi keluarga tergerus karena uang belanja, biaya sekolah, atau kebutuhan rumah tangga habis dipertaruhkan.
Kekerasan dalam rumah tangga, perselisihan, dan perpecahan keluarga kerap muncul akibat tekanan ekonomi.
Anak-anak kehilangan teladan, karena orang tua lebih sibuk berjudi daripada membangun masa depan keluarga.
Keamanan lingkungan terganggu, lantaran arena judi sering memicu pertikaian dan perkelahian.
Kapolsek menekankan bahwa masyarakat harus memahami bahwa tidak ada satu pun bentuk perjudian yang membawa perbaikan hidup.
“Orang yang berjudi berharap menang, tapi justru kalah dalam kehidupan. Judi bukan jalan keluar dari masalah ekonomi—justru awal dari masalah baru yang lebih berat,” tambahnya.
Mengajak Warga Membangun Lingkungan Positif
Kapolsek Kajang mengajak seluruh masyarakat Bulukumba untuk bersama-sama menciptakan lingkungan sosial yang sehat dan aman bagi generasi muda. Menurutnya, anak-anak Bulukumba berhak mendapatkan masa depan yang jauh dari contoh buruk, lingkungan negatif, dan budaya yang merusak.
“Lingkungan yang bersih dari judi adalah investasi sosial kita. Anak-anak yang tumbuh melihat orang tuanya hidup jujur, bekerja keras, dan tidak berjudi akan menjadi generasi yang kuat dan bermartabat,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa aparat tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat.
“Ketika warga melapor, itu artinya mereka ikut menjaga daerahnya. Keberanian masyarakat seperti inilah yang membuat Bulukumba tetap aman dan kondusif,” katanya.
Harapan untuk Bulukumba yang Lebih Baik
Melalui penggerebekan ini, Polsek Kajang berharap menjadi titik balik bagi warga untuk semakin sadar bahwa tindakan kecil seperti menolak undangan berjudi atau mengingatkan tetangga memiliki pengaruh besar terhadap keamanan sosial.
Kapolsek menutup dengan pesan moral yang menyentuh:
“Mari jaga keluarga kita. Mari jaga anak-anak kita. Mari jaga Bulukumba kita. Tinggalkan segala bentuk perjudian dan bangun kehidupan yang membawa berkah. Karena masa depan daerah ini ada di tangan kita semua.”
Dengan langkah tegas polisi dan keberanian masyarakat untuk melapor, harapan akan Bulukumba yang aman, bersih dari perjudian, dan penuh nilai kebaikan semakin tampak jelas di depan mata.
Abdul Rauf Bulukumba Sulsel

