
Gimana tidak, penerimaan siswa-siswi SMPN1 Semaka menjadi 192 siswa, namun penerimaan pendaptaran siswa baru secara Aplikasi PPDB SMPN1 Semaka Kabupaten Tanggamus hanya 180, dan berdasarkan informasi masyarakat bahwa ada 12 siswa siswi yang diterima melalui jalur belakang.
Saat dikonfirmasi Bambang Krisna.W, S.Pd, PLH Kepala Sekolah SMPN1 Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus, akui ada penerimaan 12 siswa baru dengan cara jalur belakang.
“Untuk jumlah penerimaan murid SMPN1 semaka sebanyak 192 mas, tapi ya memang kalo pembukaan pendaptaran yang di aplikasi PPDB hanya dibuka 180 mas,” ungkapnya.
Lanjut Dia, “penerimaan 12 anak yang tidak dipublikasikan melalui PPDB yang merencanakan pak Budi mas, selaku kepala sekolah ini mas, saya tidak tahu.” Jelas Bambang sebagai PLH Kepala Sekolah SMPN1.
Yang lebih mengherankan lagi saat dikonfirmasi terkait penerimaan dengan jalur Prestasi, batas nilai terendah tidak diketahui oleh PLH Kepsek.
Dia mengatakan yang lulus diterima di SMPN1 Semaka dengan jalur Prestasi bukan hanya berasal dari kecamatan Semaka, tapi ada dari luar kecamatan Semaka.
“Saya selaku PLH Kepala Sekolah SMPN1 ini banyak tidak tahunya mas, bahkan nilai terendah dijalur prestasi saya tidak mengetahuinya, tapi yang lulus diterima di SMP ini dengan jalur prestasi ada juga yang dari luar kecamatan Semaka mas.”Pungkasnya
Sementara Ketua Dewan Pimpinan Cabang Komite Wartawan Indonesia (DPC KWI) Kabupaten Tanggamus, Parta Irawan angkat bicara, kami sangat menyayangkan carut marutnya proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2022 yang terjadi di SMPN1 Semaka Kabupaten Tanggamus yang tidak mengacu dalam peraturan Permendikbud No 27 Tahun 2017
“Dengan carut marutnya Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2022 di SMPN1 Semaka tersebut, patut kita duga bahwa proses penerimaan siswa siswinya sarat dengan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN)”.
“Sebab itu, Pemerintah Daerah (Pemda) harus menyikapinya, agar ke depan tidak terjadi lagi hal serupa. Kami herharap kepada Dinas Pendidikan beserta Bupati Tanggamus agar cepat respon masalah ketidak beresan penerimaan siswa siswi Tahun ajaran baru 2022 yang diduga pakai jalur belakang. “Pungkas Irawan. (Tomi)

