
SANGIHE, Sulawesi Utara⚡Binkari – Dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kepulauan Sangihe tahun 2024, Kecamatan Tamako kembali menggelar kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) yang dilaksanakan di gedung BPU.
Agenda rutin tahunan ini dihadiri oleh Pj. Bupati Rinny Tamuntuan yang datang bersama Asisten I Johanis Pilat, Anggota DPRD Sangihe Irene Delvy Gaghana dan Max Pangimangen, Kepala Bapelitbang Viktor H. Nusalawo serta Badan Dinas lainnya, Forkopimca Tamako, Kapitalaung Se-Kecamatan Tamako bersama Ketua MTK, Kepala Puskesmas serta Tokoh masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pendidikan.
Camat Tamako Albert Takasaping dalam sambutannya, meminta kerja sama dari semua pihak agar proses perencanaan, pembangunan dan pemeliharaan hasil pembangunan itu dapat terjaga.

“Pembangunan tidaklah menjadi tanggung jawab pemerintah semata meskipun domainnya berada pada pemerintah namun keterlibatan atau partisipasi semua pihak sangat mempengaruhi keberhasilan pencapaian indikator pembangunan mulai dari proses perencanaan, proses pembangunan bahkan lebih jauh lagi partisipasi dalam memelihara hasil pembangunan.” Ucap Takasaping.
Kemudian Pj. Bupati Rinny Tamuntuan dalam arahannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran Pemerintah Kecamatan Tamako bersama Pemerintah Kampung boleh melaksanakan Musrenbang hari ini.
“Musrenbang ini wajib kita laksanakan guna memberikan kontribusi pemikiran dari semua pihak di Kecamatan Tamako yang selanjutnya di bawah tingkat Kabupaten dalam penyusunan RKPD Kabupaten Tahun 2024, tentunya banyak saran dan usul yang akan di peroleh dari Musrenbang ini, tetapi tentunya kita akan betul – betul memikirkan hal – hal super prioritas yang perlu segera kita lakukan demi kemajuan Kecamatan Tamako.” Ungkapnya.

Namun demikian, untuk kesekian kalinya pembangunan Jembatan ke Pulau Mahumu kembali dipertanyakan akan kelanjutannya karena menurut Dinas terkait pembangunan jembatan tersebut tidak masuk dalam perencanaan.
Menanggapi hal tersebut Jani Tuwohingide selaku Kapitalaung Mahumu II Sangat menyayangkan akan tidak dilanjutkannya pembangunan jembatan tersebut padahal sudah dilakukan penggusuran lahan untuk pembuatan jalan menuju ujung landasan jembatan.
“Saya sangat menyayangkan akan ketidak jelasan alasan mengapa sampai hari ini belum dilakukan pembangunan jembatan tersebut, padahal sebelumnya sudah dilakukan penggusuran dan mengorbankan banyak tanaman warga dalam prosesnya, kalau memang tidak masuk dalam perencanaan kenapa dilakukan penggusuran, ini membuat kami kecewa.” Pungkasnya.
Yang menjadi perhatian di Musrenbang kali ini juga adalah percepatan perbaikan infrastruktur terdampak banjir di Kampung Dagho.
(Jufri Pontoh)

