
MAMUJU, Sulawesi Barat⚡Binkari – Gegara adanya dugaan perselingkuhan atau dugaan terjadi perebut laki orang (Pelakor) yang diduga dilakukan oknum dokter inisial Y, hingga berujung terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh terlapor (suami).
Terkait peritiwa itu, seorang ibu rumah tangga (Pelapor) bernama Hamdia melaporkan suaminya sendiri inisial F ke Polresta Mamuju, karena mengaku mendapat kekerasan setalah menggerebek langusng suaminya sendiri yang di duga berduaan dalam rumah milik sang dokter yang terjadi pada Minggu siang 17/9/23 sekitar pukul 13.30 Wita.
Peritiwa itu sempat mengagetkan sang suami yang sedang berduaan dalam rumah milik salah seorang dokter. Terusik dengan kedatangan istri, sang suamipun kelap mata memberi hadiah bogem mentah dan membenturkan kepala istrinya ketembok.
“Saya laporkan suamiku, karena saya mendapat perlakuan KDRT yang dilakukan suamiku saat kemarin saat porgoki selingkuh di rumah Pelakor (dokter). Disana saya mendapat perlakuan kasar dipukul sampai kepala saya sakit karena di benturkan ke tembok,“ kata Hamdia kepada sejumlah Media, saat ditemui dihalaman Mapolresta Mamuju, usai membuat laporan Polisi. Senin 18/9/23
Kepada sejumlah media, Hamdia pun menceritakan ulah sang oknum dokter terhadap dirinya. Dia mengaku, sang oknum dokter pernah mendatangi rumahnya meminta restu untuk di madu. Namun lagi – lagi Hamdia sebagai pealpor tetap mempertahankan rumah tanganya. Selai itu kata dia, oknum sang dokter juga sempat meberikan ancaman lewat pesan Whatsaap.
“Itu ibu dokter gatal sekali mi dan tidak ada malunya, datangi rumahku hanya minta restu agar saya mau di madu dengan dia. Tapi saya tidak mau pak. Hanya saya minta kepada suamiku, kalau nikah dengan dokter silahkan ceraikan baik – baik saya,“ ungkap Hamdiah dengan mata berkaca – kaca.
Selain itu, Hamdia yang meminta keadilan di Mapolresta Mamuju dengan membuat laporan Polisi atas dugaan KDRT. Selain itu kara dia, dalam waktu dekat akan mengadukan oknum dokter di Sekda Mamuju dan ketua IDI Mamuju karean dokternya masih aktif sebagai ASN.
“Ini tidak akan habis disini, nanti saya akan laporkan ke Sekda Mamuju ulah oknum dokter itu dan ke Ketua IDI, karena dia ASN kan kerja di RSUD Mamuju sebagai dokter spesialis,” tegas Hamdiah.
Ditempat yang sama, di hubungi Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP Jamlauddin, membenarkan adanya laporan masuk soal dugaan Kasus KDRT. terhadap kasus ini, tetapa akan menindak lanjutinya untu melakukan pemanggilan saksi – saksi termasuk sang dokter.
“Iya ada laporan resminya masuk barusan. Laporaya dugaan KDRT. Tentu kami akan tindak lanjuti, salah satunya akan kami panggil saksi – saksi dan tentu juga dipanggil bu dokter sebagai saksi,“ tutup Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP Jamlauddin.
BHR BELO

