
Gunungmas, Kalimantan Tengah⚡Bikari – Pulau Kalimantan adalah pengekspor batu bara terbesar ke berbagai negara. Gelimangan batu bara menjadikan pulau Kalimantan ini dikuasai oleh para pengusaha sukses dari beberapa daerah untuk melakukan pertambangan batu “emas hitam” itu.
Maka dari ini, masyarakat meminta ke beberapa Perseroan Terbatas (PT) atau Perusahaan yang berlokasi di Desa Tumbang Kajuei, Kecamatan Tumbang Jutuh, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah, agar dapat merealisasikan program unggulannya untuk membangun desa tersebut melalui dana CSR.
Misalnya, jalan masuk desa Tumbang Kajuei yang rusak parah perlu diperbaiki, pendidikan diperhatikan, kesehatan bahkan kesejateraan masyarakat ditingkatkan melalui penerimaan tenaga kerja.
Sebab terindikasi para pekerja di beberapa perusahaan itu kebanyakan dari luar daerah. Mungkin hanya sebagian kecil para pekerja dari beberapa desa yang ada di seputaran perusahaan tambang batu bara itu.

Menariknya keluhan ini diutarakan oleh Masyarakat kepada Rambang A selaku Kabiro Gunung Mas Media Bintang Bhayangkara Indonesia (BINKARI).
Masyarakat pun kian penasaran, ingin tau berapa jumlah Dana CSR yang disalurkan, peruntukannya kemana pertahunnya, serta apa saja program unggulannya yang sudah terealisasi di Desa Tumbang Kajuei dan desa lainnya.
Namun demikian, salah satu warga mengucapkan terima kasih kepada perusahaan-perusahaan itu yang sudah merealisasikan dana CSR di desa-desa yang ada di seputarannya. Tapi perlunya peningkatan penyaluran dana CSR, supaya percepatan pembangunannya kelihatan maju.

“Saya menghaturkan rasa terima kasih kepada perusahaan-perusahaan itu, mereka sudah menyalurkan bantuan melalui CSR untuk desa-desa, meskipun demikian, lebih ditingkatkan lagi dananya agar pembangunan di desa-desa makin maju.” Ucap warga, sembari bermohon namanya jangan disebut.
Akhirnya masyarakat merasa terbantu atas inisiatif seorang warga bernama Rambang Anggen yang membuka akses jalan baru dari desa Tumbang Kajuei menuju jalan raya, yang sebelumnya bisa dikatakan terisolasi, hanya melewati transfortasi sungai yaitu menggunakan perahu kayu.
Masyarakat Kajuei bermohon kepada perusahaan-perusahaan di lingkup desa untuk dapat segera membantu mengerjakan penimbunan jalan tersebut melalui dana CSR nya.
(Bony A/Red)

