
MAKASSAR, Sulsel⚡Binkari — Polisi menetapkan 10 orang sebagai tersangka dalam kasus pembakaran Gedung DPRD Kota Makassar di Jalan AP Pettarani dan Gedung DPRD Provinsi Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo. Para pelaku ditangkap tiga hari setelah peristiwa rusuh yang terjadi pada Jumat-Sabtu (29-30/8/2025) baru – baru ini.
Menariknya, dari 10 tersangka, hanya satu orang yang berstatus mahasiswa. Selebihnya memiliki latar belakang berbeda: buruh harian, petugas kebersihan, juru parkir, pelajar SMA, wiraswasta, hingga pengangguran.
“Pekerjaan ada yang buruh, ada petugas kebersihan, mahasiswa satu orang, juru parkir, ada yang tidak bekerja, ada wiraswasta, bahkan ada pelajar SMA umur 17 tahun,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, Selasa (2/9/2025).
Menurut polisi, peran tersangka bervariasi, mulai dari membakar gedung, mengajak melalui media sosial, hingga melakukan penjarahan. Satu tersangka mahasiswa justru dikenakan pasal ITE karena diduga memprovokasi lewat siaran live TikTok, yang kemudian ikut membantu aparat melacak pelaku lain.

Selain di Makassar, polisi juga mengamankan dua orang tersangka kerusuhan di Gedung DPRD Kota Palopo.
Direktur Reskrimum Polda Sulsel, Kombes Pol Setiadi Sulaksono, menegaskan bahwa jumlah tersangka bisa bertambah seiring pengembangan kasus. “Sudah ada 10 yang kita amankan untuk dua gedung DPRD di Makassar dan dua orang di Palopo. Anggota terus bekerja untuk kemungkinan tersangka lain,” ujarnya.
Sementara itu, olah TKP kebakaran masih berlangsung. Data awal menyebutkan, 61 mobil dan 15 motor terbakar, dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp250 miliar.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Rusdi Hartono menegaskan, seluruh pelaku akan diproses hukum. “Potensial suspek sudah ada. Ke depan, semua ini kami bisa selesaikan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Presiden Prabowo: Tindakan Makar

Presiden RI Prabowo Subianto menilai aksi pembakaran gedung DPRD bukan lagi bentuk penyampaian aspirasi, melainkan tindakan makar.
“Gedung DPRD ini adalah simbol demokrasi, instansi negara. Kalau dibakar, itu bukan aspirasi, itu makar,” kata Prabowo di Jakarta, Senin (1/9/2025).
Prabowo juga mengungkap bahwa empat ASN menjadi korban dalam insiden kebakaran di Sulawesi Selatan. “Mereka orang tidak bersalah, tidak berpolitik, tapi menjadi korban. Ini bukti nyata bahwa yang terjadi adalah perusakan dan makar,” tegasnya.
Pemerintah, kata Prabowo, tetap menjamin kebebasan berpendapat, namun tidak untuk aksi anarkis yang merusak fasilitas negara.(Bang Jull)

