
PAREPARE, Sulawesi Selatan⚡️Binkari — Gelombang aspirasi mahasiswa kembali mengalir di Kota Parepare. Senin (1/9/2025), ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi turun ke jalan, menggelar aksi di depan Gedung DPRD Parepare. Namun, berbeda dari sejumlah demonstrasi yang kerap berujung ricuh, aksi kali ini justru menghadirkan potret kedewasaan berdemokrasi.
Di tengah riuh orasi dan lantang suara tuntutan, hadir pula Komandan Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel Kompol Dr, Ramli,.S.Sos,.S.M,.M.Si,.M.M bersama jajarannya. Mereka tidak hanya berdiri sebagai pengawal keamanan, tetapi juga membuka ruang dialog. Momen berharga terjadi ketika Danyon B Pelopor memilih duduk bersama mahasiswa, tanpa barikade, tanpa jarak, menyimak langsung aspirasi para penyampai suara rakyat.
“Kami hadir bukan sekadar menjaga keamanan, tapi memastikan aspirasi adik-adik mahasiswa tersampaikan dengan baik, dalam suasana kondusif,” ujar Danyon B Pelopor, yang baru saja meraih gelar doktor (S3) di UMI Makassar.
Dalam dialog singkat itu, mahasiswa menyampaikan keresahan mereka terkait kebijakan nasional, mulai dari isu keadilan sosial, penolakan terhadap kenaikan gaji DPR RI, hingga dukungan penuh terhadap RUU Perampasan Aset. Mereka menegaskan, aksi yang digelar adalah bentuk kepedulian terhadap masa depan bangsa, bukan sekadar unjuk rasa biasa.
“Kami ingin suara rakyat didengar, kebijakan berpihak pada masyarakat kecil, bukan hanya pada elit,” tegas salah seorang orator aksi.
Aksi mahasiswa ini juga mendapat pengamanan dari TNI dan Satpol PP yang bersinergi bersama Brimob. Namun, alih-alih menghadirkan sekat atau garis pembatas, kehadiran aparat justru menambah rasa aman. Mahasiswa merasa dihargai, sementara aparat tetap menjunjung tinggi profesionalisme.
Momen kebersamaan itu menampilkan wajah demokrasi yang sehat: aparat tidak berhadapan dengan mahasiswa, tetapi duduk berdampingan. Suara muda tidak dibungkam, tetapi didengar. Aksi tidak dianggap ancaman, melainkan bagian dari hak konstitusional warga negara.
Harmoni yang tercipta di depan Gedung DPRD Parepare menjadi teladan bagi daerah lain di Indonesia. Bahwa menjaga demokrasi bukan hanya soal pengamanan, melainkan juga tentang empati dan kesediaan membuka ruang dialog.
Di Parepare, aksi damai itu bukan hanya menyuarakan tuntutan rakyat, tetapi juga merayakan semangat saling menghormati. Sebuah bukti bahwa demokrasi akan semakin kuat ketika aparat dan mahasiswa bersatu dalam visi kebangsaan.
Rahim

