
Binkari Aceh, Kutacane⚡️Binkari — Proyek pembangunan pengendalian banjir dan perkuatan tebing Sungai Lawe Alas (lanjutan) Hulu WS Alas dengan nilai kontrak sebesar Rp 6.977.746.000 yang dikerjakan CV. Alfatir selaku kontraktor pelaksana dan diawasi CV. Centrina Engineering, kini menuai sorotan. 7 September 2025.
Hasil investigasi lapangan yang dilakukan oleh Media Bhayangkara Indonesia (Binkari) Kaperwil Aceh, Sulmi Rahman, menemukan sejumlah dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut. Salah satunya terkait standar pekerjaan dan pengisian material bronjong yang semestinya sesuai dengan spesifikasi teknis.

Dari temuan di lapangan, material pengisian bronjong sebagian besar diambil langsung dari lokasi proyek menggunakan alat berat. Hal ini dikhawatirkan tidak memenuhi kualitas yang dipersyaratkan untuk ketahanan dan fungsi konstruksi, terlebih proyek ini menyangkut kepentingan masyarakat dalam menanggulangi bencana banjir.
“Kami sudah mengumpulkan bukti-bukti di lapangan. Sangat jelas terlihat ada pekerjaan yang berpotensi menyimpang dari ketentuan. Karena itu, kami merekomendasikan agar pengawasan dari pihak terkait dilakukan lebih serius dan menyeluruh,” tegas Sulmi Rahman.

Sementara itu, upaya konfirmasi langsung kepada para pekerja proyek tidak membuahkan keterangan berarti. Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun pengawas belum memberikan tanggapan resmi.
Proyek ini didanai melalui APBN dengan masa pelaksanaan selama 210 hari kalender, di bawah tanggung jawab SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Sumatera I Banda Aceh, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum.
Media Bhayangkara Indonesia akan terus melakukan pemantauan dan memberikan informasi terbaru terkait perkembangan proyek yang menyangkut hajat hidup orang banyak ini.
Sulmi

