
Aceh Tenggara, Binkari – 21 Juni 2025
Masyarakat Desa Paye Rambung dan sejumlah daerah sekitarnya masih dilanda rasa takut dan trauma mendalam pasca peristiwa pembunuhan tragis yang mengguncang kawasan tersebut. Hingga saat ini, pelaku pembunuhan masih belum berhasil ditangkap, memicu kekhawatiran dan ketegangan yang meluas di tengah masyarakat.
Situasi ini berdampak langsung terhadap kehidupan warga di beberapa kecamatan seperti Lawe Alas, Tanoh Alas,dan kecamatan sekitar. Aktivitas sehari-hari menjadi tidak normal. Banyak warga enggan keluar rumah, memilih membatasi aktivitas karena khawatir terhadap keselamatan diri dan keluarga mereka.
Jaminan Keamanan dari Pemerintah Daerah
Bupati Aceh Tenggara, H.M. Salim Fachry, SE. M.M., dalam kunjungannya ke rumah duka menyampaikan bahwa kasus ini menjadi perhatian khusus pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa langkah-langkah pengamanan telah diperluas, tidak hanya di lokasi kejadian tetapi juga ke wilayah kecamatan sekitar.
“Pemerintah daerah bersama pihak kepolisian bekerja keras mempercepat proses penangkapan pelaku. Kepada masyarakat, kami mohon tetap tenang, waspada, dan tidak terpengaruh isu-isu yang belum terkonfirmasi,” ujar Bupati Fachry.
“Pemerintah bersama aparat kepolisian terus bekerja keras selama 24 jam akan menjamin keamanan bagi masyarakat. Kita juga sudah mendapat bantuan personel dari Polda Aceh untuk mempercepat penangkapan pelaku. Kami mohon masyarakat tetap tenang dan menjalani aktivitas sebagaimana mestinya, namun tetap waspada” tegas Bupati Salim Fachry.
Respons Media: Kecepatan dan Transparansi Diharapkan
Kepala Perwakilan Media Bhayangkara Indonesia (Bhinkari), Sulmi Rahman, turut menyampaikan keprihatinannya atas kondisi yang dihadapi masyarakat. Ia berharap aparat penegak hukum segera menangkap pelaku agar keresahan tidak terus berlarut.
“Kami melihat langsung betapa masyarakat dicekam ketakutan. Informasi yang simpang siur ikut memperburuk keadaan. Namun, kami mengapresiasi kesigapan pemerintah daerah dan aparat dalam menangani persoalan ini,” kata Sulmi.
Aparat Gabungan Masih Lakukan Pengejaran
Polres Aceh Tenggara kini dibantu oleh personel dari Polda Aceh untuk mempercepat pengungkapan kasus. Tim gabungan masih melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap pelaku yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Warga berharap penangkapan segera dilakukan agar ketenangan dan rasa aman kembali hadir di tengah-tengah masyarakat. Bagi mereka, keadilan tidak hanya soal hukum, tetapi juga pemulihan kondisi sosial dan psikologis yang saat ini terganggu.
Redaksi: Bhinkari Aceh Tenggara
Sulmi

