
BANTAENG, Sulsel⚡Binkari — Timbulnya polemik di Pasar baru Bantaeng Kelurahan Bonto Rita soal beredarnya karcis retribusi uang keamanan sebesar Rp 5000 rupiah yang ditagih per minggu, ternyata tidak dipermasalahkan oleh sebagian besar para pedagang yang menjual dipasar tersebut.
Hal ini sesuai penelusuran sejumlah awak media dilapangan ketika melakukan wawancara langsung kepada para pedagang, seperti yang diungkapkan oleh Haji Sahir yang mewakili pedagang lainnya, pada Senin (2/6/2025).
Dikatakan Haji Sahir, bahwa sesungguhnya mereka sangat bersyukur dengan kondisi keamanan yang sekarang dilakukan oleh pihak Kepala Pasar, sebab sudah tidak ada lagi kasus – kasus pencurian yang terjadi didalam pasar.
“Kami sangat bersyukur dengan keamanan yang dilakukan oleh Kepala Pasar Pak Ilham, sebab sebelumnya selalu ada kasus kehilangan atau pencurian. Dulunya barang – barang dimasukan kedalam kalau sudah mau pulang, tapi sekarang tidak lagi, hanya taruh diluar dan ditutup dengan terpal sampai pagi aman – aman saja dan tidak ada barang jualan yang hilang atau dicuri,” ungkap Haji Sahir.
Dia juga mengatakan, bahwa penagihan uang keamanan yang dilakukan oleh pihak pasar sangat ringan hanya 5000 rupiah pada setiap minggunya, dan mereka tidak keberatan sama sekali, sebab menurut mereka sangat membantu. “Ditagih setiap hari pun kami setuju, dan kalau ada pedagang yang protes, berarti pedagang itu sudah termasuk orang pelit dan tidak tau berterima kasih,” jelas Haji Sahir menambahkan.
Bukan hanya Haji Sahir, tapi keterangan yang sama juga dikatakan oleh para pedagang yang ada di Pasar baru Bantaeng atas hasil wawancara awak media.
Salah seorang penjual ikan yang didampingi beberapa temannya, membenarkan bahwa kalau saat malam hari pak gajah (panggilan akrab Ilham Nurmin kepala pasar sentral Bantaeng ditemani oleh beberapa temannya.
“Setau saya ada 8 orang, kasihan juga, wajarlah, kalau seandainya bisa tidak perlu ada karcis, kita ikhlas memberi pembeli kopi dan rokok untuk patroli malam’, Ucap Daeng ucci.
Sembari memperlihatkan ikan besar miliknya yang konon katanya berharga lebih dari 100 ribu rupiah/ekor sangat mensyukuri adanya biaya keamanan pasar.
“Coba bayangkan kalau 1 ekor saja ikan saya hilang, kalau saya pribadi biar 10.000 permalam mauJa (saya mau red.). Apalagi cuma 5000 rupiah perminggu, Tidak cukup harga 1 batang rokok Surya sambil memperlihatkan rokoknya.
Terkait dengan adanya rencana aksi dari Aliansi Masyarakat Berfikir kab.Bantaeng yang memprotes beredarnya karcis uang keamanan dari kepala pasar, Serta meminta untuk mencopot Kepala pasar, Ditanggapi aneh oleh khususnya penjual ikan.
Dengan kompak menanyakan siapa yang diperjuangkan sementara pihaknya mengakui iklas terhadap setoran itu.
“Kalau mauji mereka jagai pasarka tidak apa apaji, tapi kalau terjadi pencurian suruhki bertanggung jawab”, Ucapnya serentak. Sembari mengatakan akan turun melawan dan menanyakan siapa yang mereka perjuangkan jika ada aksi demo.
Menurutnya, hampir 100 persen penjual ikan setuju dengan uang keamanan.
“Na Tauji itu maua demo uang keamanan, Na Jagai barang baranga ri pasaraka’, Ucapnya dalam dialek Makassar, (apakah mereka tahu uang keamanan, itu berarti punya tanggung jawab menjaga barang jualan di pasar saat malam hari, Kami tidak angkat lagi ke rumah saat ini, ditinggal saja dalam gardus dan peti dipasar., kami sering kecurian sebelumnya, jadi kami bersyukur sekarang ini dengan adanya penjagaan pasar 24 jam.”, Terangnya.
“Kalau tidak percaya datang Maki, Bahkan siapa saja yang datang masuk dipasar pada malam hari itu ditanyai dan diikuti oleh keamanan pasar”, Tambahnya.
Sementara baik penjual pakain maupun penjahit, tidak mempermasalahkan adanya pungutan uang keamanan.
“Yang penting aman pak’, dari dulu duluji ada begini beginian, Kenapa baru sekarang dipertanyakan pak (balik bertanya pada tim media), kata penjual pakaian yang tidak mau disebutkan namanya.
Sementara itu, Kepala Pasar Baru Bantaeng, Ilham Nurmin ketika ditemui menjelaskan bahwa retribusi penagihan keamanan yang dimaksud, sesungguhnya tidak ada unsur paksaan.
“Kami tidak memaksakan, bagi siapa yang mau kasih kami terima dan yang tidak mau kasih juga tidak masalah bagi kami. Penagihan uang keamanan itu sebenarnya sudah berlangsung dari dulu sebelum saya menjadi Kepala Pasar,” ujar Ilham.
Ditambahkan, dirinya berinisiatif membuat karcis, agar lebih baik untuk pertanggungjawabannya dan uang diberikan kepada para petugas keamanan orang sebagai tunjangan atau gaji.
“Dulunya tidak memakai karcis, dan hanya ditagih begitu saja sehingga saya berinisiatif untuk membuat karcis agar lebih bisa untuk dipertanggungjawabkan. Dan hasil tagihan itu kami berikan kepada para petugas keamanan yang sudah diatur pergantian waktu jaga keamanan pada siang maupun malam hari,” terang Ilham.
Ditambahkan, “Mungkin ada kekeliruan yang kami lakukan, tapi pada intinya untuk kepentingan bersama bagi semua pedagang yang ada dipasar. Dan apabila para pedagang keberatan, maka kami akan memberhentikan penagihan retribusi Keamanan tersebut,” pungkas Ilham seraya menambahkan bahwa uang yang ditagih kepada para pedagang tersebut juga sudah dikembalikan.
Namun, menurut informasi, ada segelintir orang yang akan merencanakan aksi demo tentang kebijakan yang dilakukan oleh Kepala Pasar Baru Bantaeng yang diduga akan memicu konflik.(D’Jull)

