
BULUKUMBA, Sulsel⚡Binkari – Di balik kemajuan pesat yang dicapai oleh SMP Negeri 41 Bulukumba, tersimpan kisah inspiratif dari sosok pemimpinnya, yakni Ibu Miftahul Jannah, S.Pd.,M.Pd yang merupkan mantan Wakasek Kurikulum/Guru penggerak SMPN 2 Bulukumba.
Figur kepala sekolah perempuan yang satu ini dikenal ikhlas, berdedikasi tinggi, bijaksana, empati, disiplin, tanggungjawab dan penuh prestasi.
Yang membuat kisahnya menyentuh hati, setiap hari beliau harus menempuh perjalanan jauh dari rumah ke SMPN 41 Bulukumba yang terletak di Desa Karama Kecamatan Rilau Ale sekitar 36 KM Pulang pergi dan tanpa kendaraan pribadi, karena ia belum mahir mengendarai kendaraan bermotor.
Berangkat dari rumah di Jln Lanto Dg Pasewang di kota Bulukumba, Ibu Miftah menumpang kendaraan teman dan bahkan diantar oleh suami yang bertugas sebagai sesama Guru di SMPN 1 Bulukumba yang di sapa pak Herman, dan beliau harus berangkat meninggalkan rumah setiap hari pada pukul 5.45 pagi.
Meski demikian, semangatnya untuk tetap hadir setiap pagi di sekolah tak pernah luntur. “Kalau saya menyerah karena jarak, bagaimana nasib anak-anak di sini?. Saya memang tidak bisa mengendarai sepeda motor atau mobil, namun saya punya mimpi dan harapan serta tanggungjawab,” ujarnya pelan namun penuh semangat.
Dengan segala keterbatasan, Pengorbanannya tak sia-sia. Ibu Miftah justru mampu membawa SMPN 41 Bulukumba banyak perubahan dan menorehkan berbagai prestasi, mulai dari lomba kebersihan sekolah, inovasi pembelajaran, Lomba sekolah kependudukan hingga menjadi sekolah terbaik.
Para guru dan orang tua siswa menaruh hormat padanya. “Ibu Miftah sangat luar biasa. Walaupun harus menumpang setiap hari, beliau tetap datang lebih Awal dan mendahului kami walaupun kami tinggal dekat sekolah. Ia tak hanya mengajar dan membimbing kami banyak hal sebagai guru, tapi juga memberi contoh semangat dan keikhlasan, dan tidak membeda-bedakan guru ASN dan non ASN. Kami sangat terinspirasi oleh kegigihan, dan keikhlasannya,” kata salah satu guru, Iramayanti, S.Pd seorang Guru ASN P3K (Wakasek Kurikulum) di SMPN 41 Bulukumba.
Ditengah kesibukannya, Ibu Miftah juga aktif membimbing siswa dan menggerakkan kegiatan ekstrakurikuler. Kepeduliannya pada pendidikan anak-anak di SMPN 41 Bulukumba membuatnya mendapat penghargaan baik dari tingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi bahkan sampai tingkat Nasional.
Adapun prestasi yang sudah Ibu Miftah raih pada saat menjabat kepala di SMPN 41 Bulukumba kurang lebih dua (2) tahun diantaranya:
Mewakili Kabupaten Bulukumba dalam berbagi praktik, baik di BBGP dalam lomba Komunitas belajar tahun 2023 tingkat Provinsi, mendapat penghargaan sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Tahun 2024, mendapat penghargaan pada Lomba sekolah siaga kependudukan tingkat Paripurna Tahun 2024.
Lanjut Juara 1 Lomba Inovasi Pembelajaran Kategori kepala sekolah tingkat Provinsi Tahun 2024, meraih 7 besar pada Lomba GTK kategori kepala sekolah inovatif tingkat Propinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2024, Juara 1 Putra dan Putri pada Lomba Tunas Bahasa Ibu Tingkat Kabupaten dan mewakili Kabupaten ketingkat Provinsi tahun 2023, Juara 2 Lomba FTBI tingkat kabupaten.
Juga Juara 2 Lomba pentas PAI tingkat Kabupaten tahun 2025 , mendapat penghargaan dari kementerian sebagai sekolah Terbaik di Tahun 2025 dan masih banyak prestasi akademik dan Non akademik yang diraih sekolah di bawah kepemimpinan Ibu Miftah.
Prestasi yang diraihnya bukan berasal dari kemudahan, tapi dari perjuangan tanpa pamrih, kolaborasi dan kekompakan sahabat di SMPN 41 Bulukumba yang sangat luar biasa, inspirasi dan saran dari bapak pengawas Pembina Drs. H. Isbair, M.M, yang selalu ada untuk SMPN 41 Bulukumba. Ibu Miftah adalah bukti nyata bahwa pemimpin sejati bukan hanya yang memimpin di depan, tapi yang memberi teladan dari hati.
Kisah Ibu Miftah menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mengabdi dan meraih prestasi. Dengan ketulusan dan semangat juang, ia terus menyalakan api harapan di dunia pendidikan walaupun banyak tantangan yang di hadapi. Ibu Miftah tak pernah mengeluh.
Baginya, mendidik adalah panggilan jiwa, bukan sekadar tugas. “Saya percaya, selama kita tulus dan niatnya baik, pasti ada jalan, dan janganlah kita pernah mempersulit seseorang karena insya Allah Tuhan akan mempermudah jalan kita.” tutupnya dengan senyumnya yang khas.(Redaksi)

