
POLRES Aceh Tenggara, Binkari — Di tengah kesibukan tugasnya sebagai Kasat Lantas Polres Aceh Tenggara, Iptu Irwansyah Putra Pelis, SH, terus memupuk harapan akan hadirnya budaya tertib berlalu lintas di masyarakat. Baginya, keselamatan di jalan bukan sekadar aturan yang harus ditaati, tetapi bentuk nyata kepedulian terhadap nyawa manusia.
Dalam perbincangan hangat bersama Kaperwil Aceh Media Bintang Bhayangkara Indonesia, Sulmi Rahman, Iptu Irwansyah dengan penuh ketulusan menyampaikan visinya. “Tugas kami bukan sekadar menegakkan aturan, tapi juga mengajak masyarakat agar sadar pentingnya menjaga keselamatan diri dan orang lain di jalan raya,” ungkapnya.
Sejak awal menjabat, Iptu Irwansyah langsung berkomitmen memperbaiki pelayanan administrasi kendaraan bermotor dan perizinan SIM di wilayahnya. Ia ingin memastikan bahwa setiap warga bisa mendapatkan pelayanan yang cepat, mudah, profesional, dan bebas pungutan liar.
“Kami ingin membangun kepercayaan. Pengurusan surat kendaraan dan SIM harus berjalan dengan baik, tanpa ada kesan mempersulit. Pelayanan yang bersih adalah pondasi utama kami,” tegasnya.
Namun, di balik ketegasan tugasnya, Iptu Irwansyah tetap mengedepankan pendekatan yang humanis. Ia aktif turun langsung ke masyarakat, menghimbau agar selalu membawa dokumen administrasi kendaraan seperti SIM dan STNK saat berkendara. Tak lupa, ia juga mengingatkan pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan standar keselamatan.
“Bagi pengendara roda dua, tolong selalu gunakan helm standar. Bagi pengendara mobil, jangan lupa kenakan sabuk pengaman. Semua ini bukan semata-mata aturan, tapi demi keselamatan kita bersama,” ucapnya dengan nada lembut namun penuh makna.
Keseriusan Iptu Irwansyah dan jajarannya pun terlihat dari berbagai upaya masif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Baik melalui patroli, sosialisasi di sekolah, komunitas, hingga memanfaatkan media sosial sebagai sarana kampanye keselamatan berlalu lintas.
“Setiap nyawa di jalan raya sangat berharga. Keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab kita bersama,” tutupnya penuh harap.
Sulmi

