
JENEPONTO, Sulsel⚡Binkari — Salah satu oknum Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan, Irma Zainuddin, Viral usai namanya diberitakan oleh sejumlah media online terkait dugaan penyalahgunaan keuangan negara berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas LKPD Jeneponto Tahun Anggaran 2024.
Dugaan ini diperparah dengan kabar intimidasi terhadap seorang wartawan bernama Arief, yang memicu gelombang protes dari kalangan jurnalis.
Berita mengenai Irma viral di berbagai media, memunculkan reaksi keras dari kalangan Wartawan. Tak hanya di Jeneponto, kemarahan meluas hingga ke daerah lain. Sebagai bentuk respons, lebih dari 70 wartawan yang tergabung dalam sebuah grup Aksi Solidaritas Jurnalis, kemudian memutuskan menggelar aksi demonstrasi damai didua titik, yaitu Kantor DPRD Jeneponto dan Kantor Kejaksaan Negeri Jeneponto.
Hadir dalam aksi demonstrasi Solidaritas Wartawan dari Kabupaten tetangga, yakni Takalar, Bantaeng dan Makassar. Aksi tersebut berlangsung pada Senin (28/7/2025) pukul 10.00 WITA. Puluhan jurnalis turun ke jalan, menuntut agar Irma Zainuddin bertanggung jawab atas dugaan intimidasi terhadap rekan seprofesi mereka.
“Kami dari jurnalis dilindungi UU Pers Nomor 40 Tahun 1999. Ini soal marwah profesi. Satu orang dicubit, kami semua merasakan,” tegas Koordinator Lapangan, Nasir Tinggi, dalam orasinya.
Nasir juga menerangkan bahwa wartawan bekerja tanpa digaji oleh pemerintah, berbeda dengan anggota dewan yang digaji dari uang rakyat. “Jangan semena-mena terhadap jurnalis. Kami bekerja untuk kepentingan publik,” lanjutnya.
Dalam aksi yang berlangsung sekitar dua jam, Irma Zainuddin menyambut peserta aksi dengan ramah dan mempersilakan mereka masuk ke ruang rapat. Namun, para jurnalis menolak dan meminta Irma keluar untuk memberi klarifikasi secara terbuka.
Menanggapi tuntutan tersebut, Irma dengan tenang menyatakan bahwa tudingan intimidasi tidak benar. “Saya hanya berusaha mengklarifikasi dan ingin menggunakan hak jawab, namun saudara Arief tidak merespons saat itu,” terang Irma dihadapan para Jurnalis.(Delta78)

