
Bulukumba, Sulsel⚡️Binkari – Dua SPBU di kabupaten Bulukumba di segel (garis police line) oleh Polda Sulsel. Pertama SPBU, no.74.925.02. Ela-ela jalan dato tiro, ke dua SPBU, no.74.925.01 Bonto bahari jalan poros bira. Disegel adalah dispenser pump solar subsidi. Senin 21 Juni 2025.
Langkah tegas Polda Sulsel dalam video tersebut, menyatakan secara terbuka bahwa dirinya akan memerangi segala bentuk praktik penimbunan dan penyalahgunaan BBM subsidi, sekaligus menginstruksikan direktorat kriminal khusus (Ditkrimsus) untuk menindak tegas para pelaku.
“Di depan itu tulisan polri untuk masyarakat bukan hanya sekedar slogan akan tetapi komitmen, dengerin masyarakat. Bersihkan itu semua, sekali lagi pimpinanmu tertinggi Kapolda tidak terlibat yang begitu-begitu tertibkan ! Siapapun yang terlibat, ini semua jadi sanksi jangan ada berpikir Kapolda.
Demi Allah subhanahu wa ta’ala satu tetes pung saya tidak terlibat, sekarang kalau sudah bicara begini kasihan masyarakat yang membutuhkan solar,” tutup Irjen. Pol.Rusdi Hartono.
,Terus pertanyaannya ada apa dengan Polres Bulukumba, kenyataannya yang berhasil menyegel ialah Polda Sulawesi Selatan. Padahal pihak media selalu mengkonfirmasi adanya pengambilan BBM jenis solar subsidi di SPBU. Dimana pengambilan BBM tersebut memakai barcode mobil dan mengisi pake jerigen plastik dengan sekala besar.
Apakah ada kongkalikong antara pelansir dan oknum APH? guna memperlancar atau memuluskan kegiatan tersebut? setidaknya perlu pengawasan ketat mulai dari BPH migas maupun pihak kepolisian di kabupaten Bulukumba.

Foto Kapolda Sulsel saat berikan perintah
Kenapa kegiatan ilegal ini terus ada, ini menjadi pertanyaan mendasar masyarakat Bulukumba. Ironisnya sejak dulu sampai sekarang tak pernah berhenti. Jika tidak ada permainan, tentunya sudah tak ada lagi kegiatan yang merugikan negara itu. Harus ada sistem khusus dari negara untuk menangani BBM, supaya tidak ada oknum-oknum yang bermain di dalamnya.
Kalau sistematis aturannya di seluruh Indonesia, pasti tidak ada yang bisa bersekongkol di SPBU. Negara akan diuntungkan dan masyarakat jadi makmur. Saat ini mala sebaliknya, yang menikmati hanya oknum-oknum saja. Membuat iri masyarakat karena ketidakadilan yang dipertontonkan oleh para mafia BBM di pusat maupun di daerah-daerah. Mereka makin kaya, masyarakat makin menderita, kemiskinan di mana-mana.
Entah sampai kapan pola-pola seperti ini dilakukan, masyarakat kian muak, bosan, sekali waktu akan meronta gegara melihat kelakuan para bandit BBM itu.
Untung Polda Sulawesi Selatan telah menunjukkan taringnya, kelihatannya serius, buktinya di bawah perintah Kapolda, dua SPBU di eksekusi via garis police line. Semoga tidak panas-panas tai ayam, diharapkan ini terus berkelanjutan dengan dibuktikan ke depan tak ada lagi praktek yang merugikan negara. Jika masih ada berarti sama saja, tak ada gunanya.
Apapun itu, tindakan Polda Sulawesi Selatan harus di apresiasi, luar biasa, hebat, teruslah berbuat baik demi kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai ini. Terimakasih pak Kapolda, sehat senantiasa.
Rauf

