
Aceh Tenggara, Binkari – Musibah banjir bandang yang melanda Desa Lawe Pinis, Kabupaten Aceh Tenggara, terjadi pada awal November 2022 dan menyebabkan kerusakan parah di berbagai titik. Warga kehilangan rumah, harta benda, dan akses terhadap kebutuhan dasar.
Sebagai bentuk tanggap darurat, Menteri Sosial Republik Indonesia saat itu, Tri Rismaharini, langsung melakukan kunjungan ke lokasi bencana. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Risma menyalurkan bantuan sebesar Rp677.825.550, yang terbagi dalam beberapa kategori:
Logistik Tahap Pertama: Rp119 juta
Logistik Tahap Kedua: Rp305 juta
Dapur Umum: Rp201 juta
Lingkungan Pengungsian: Rp6,7 juta
Santunan Ahli Waris: Rp45 juta
Namun hingga saat berita ini ditulis, masih banyak korban yang terdampak belum merasakan bantuan tersebut. Bahkan ironisnya, sejumlah warga yang tidak terdampak justru telah menikmati bantuan, memperparah kekecewaan masyarakat.
Fenomena ini semakin memperkuat dugaan ketidakadilan dalam penyaluran bantuan, serta mencuatnya isu nepotisme dalam proses distribusi. Warga menduga kuat bahwa bantuan lebih mudah diakses oleh pihak-pihak yang memiliki kedekatan dengan aparat desa atau pihak penyalur bantuan.
“Kami seperti diabaikan, padahal kami yang benar-benar merasakan bencana ini. Tapi yang dapat malah orang-orang yang punya hubungan dekat dengan perangkat desa,” ujar seorang warga yang mengungsi sejak bencana terjadi.
MEDIA BINKARI BINTANG BHAYANGKARA INDONESIA menyampaikan keprihatinan mendalam dan menegaskan kembali seruan keras kepada Bupati Aceh Tenggara, Dinas Sosial setempat, dan aparat terkait agar segera:
- Melakukan investigasi transparan terhadap pendistribusian bantuan.
- Mengevaluasi data penerima bantuan agar lebih akurat dan adil.
- Mengusut tuntas dugaan praktik nepotisme dan penyalahgunaan wewenang.
Kami juga menyerukan kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk melakukan audit menyeluruh terhadap dana bantuan yang telah disalurkan ke wilayah terdampak bencana di Aceh Tenggara, khususnya Desa Lawe Pinis.
Keadilan bagi korban bencana adalah harga mati. Jangan sampai rakyat yang tertimpa musibah harus kembali menderita karena ulah segelintir orang yang memanfaatkan bantuan kemanusiaan untuk kepentingan pribadi.
Sulmi

