
SANGIHE, Sulawesi Utara⚡Binkari – Cerita menarik di bangsal pasar Petta khususnya di tempat penjualan ikan. Ternyata para penjual yang menggunakan fasilitas yang di bangun di sana, tidak membayar retribusi karcis pasar, sejak berapa bulan terakhir.
Hal ini di peroleh dari penyampaian beberapa penjual ikan yang berjualan di sana. Seperti penuturan Muliadi Sasendi, Torang (kami) disini tidak membayar karcis so (sudah) berapa bulan. Masalahnya Torang minta semua penjual ikan untuk sama-sama berjualan disini.
Itu kami minta khusus hari pasar Petta yaitu Selasa, Kamis dan Sabtu. Tapi ada berapa penjual yang tidak suka berjualan disini. Dan itu berdampak bagi kami penjual yang berjualan di sini. Olehnya itu sebelum mereka ditertibkan kami tidak akan bayar karcis pasar di sini, kata Muliadi.
Hal senada juga disampaikan oleh Rimbayan Rimpulaeng yang kesehariannya di panggil Juma, “selama belum ada penataan pasar kami tetap tidak mau bayar karcis.” Tandasnya.
Dampak yang kami alami yakni, menurunnya minat pembeli, karena mereka (pembeli) lebih cenderung berbelanja atau membeli pada penjual yang berjualan di eks pasar lama dan penjual di pinggir jalan. Mereka berjualan bukan di tempat yang disediakan.
Berbeda dengan para penjual di pasar sayur, mereka yang berjualan, meski hanya berjualan di emperan toko milik warga, dan harus membayar tagihan kepada pemilik toko, dan juga tetap membayar retribusi karcis pasar.

Demikian pula dengan para penjual yang beralaskan karung, mereka tetap setia membayar retribusi karcis. Salah seorang penjual yang namanya tidak mau disebutkan menyampaikan keluhannya, “tidak ada pilihan lain, meski harus beralaskan karung, kami tetap berjualan disini, dan tetap membayar retribusi karcis.” Ujarnya.
Ketika hal ini di konfirmasikan kepada koordinator pasar Petta, Rudi Hartono Tasin, ia membenarkan. Memang benar, mereka yang berjualan di bangsal pasar ikan Petta itu sudah berapa bulan terakhir ini tidak mau bayar karcis.
Hal ini sudah di sampaikan ke kantor, tapi hingga kini belum ada tindak lanjutnya. “Berapa bulan terakhir ini pendapatan retribusi karcis pasar menurun.” Ungkapnya.
Masih Rudi Hartono Tasin, “Harapan satu satunya adalah dinas terkait turun langsung untuk melihat, mendengar dan mengatur serta menata kembali para penjual agar semua dapat berjalan sesuai yang diharapkan,” tutupnya penuh harap.
Sementara itu aktivis Jumb Manabung, “Kami pertanyakan kinerja Kadis Perindag Pak Rifai Mahdang, seharusnya beliau lebih peka dengan hal seperti itu supaya Pendapatan Asli Daerah (PAD) bertambah.” Singkat ketua LSM KIBAR Sangihe Jumb Manabung yang vokal menyuarakan keadilan itu.
Kepala dinas perindag, Rifai Mahdang, ketika dikonfirmasi melalui telpon selulernya tidak menjawab. Hingga kini belum ada informasinya.
NP

