
Bantaeng, Sulawesi Selatan⚡Binkari – Dampak kemarau panjang yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini, masyarakat di Kab. Bantaeng mulai kebingungan akan sulitnya mendapatkan air, sudah memasuki bulan ke tiga sejumlah wilayah di Kab. Bantaeng dilanda kekeringan khususnya di wilayah kecamatan Pa’jukukang. Satu bulan terakhir, masyarakat resah karena kekurangan air bersih.
Hal itu pun di tanggapi oleh pendiri AMPRI Dirfan Susanto, terkait keresahan masyarakat persoalan air bersih akibat kemarau yang melanda beberapa wilayah di Bantaeng, khususnya kecamatan pa’jukukang.
Hal tersebut tidak bisa di anggap sepeleh oleh Pj. Bupati dan direktur PDAM. Sebab air adalah kebutuhan pokok manusia, maka dari itu pemerintah harus hadir dan memberikan solusi untuk masyarakat dan bukan hanya sibuk membangun pencitraan di tengah keresahan masyarakat.

Dirfan, juga menegaskan bahwa ada apa dengan manejemen PDAM sehingga air nya malam baru mengalir, itu pun derasnya hanya seperti ibarat air kencing, padahal kita ketahui bersama jika Kabupaten Bantaeng adalah sumber mata air yang terbilang cukup besar. Namun pihak PDAM Bantaeng terkesan tidak mampu hadir secara maksimal di tengah masyarakat yang ke kurangan air.
Diharapkan tanggap darurat kekeringan ini menjadi perhatian pemerintah. Kabupaten Bantaeng
Lanjut, Dirfan, meminta kepada Pj. Bupati Bantaeng agar segera memanggil direktur PDAM untuk mencari solusi dan apabila direktur PDAM juga masih tidak mampu memberikan solusi atas kebutuhan mendesak masyarakat maka sebaiknya Pj. Bupati mencopot direktur PDAM Bantaeng.
Heril

