
SANGIHE, Provinsi Sulawesi Utara⚡ Binkari – Kecintaan dr. Riny Tamuntuan akan warga pulau terluar Sangihe kembali dibuktikan dengan diadakannya giat Karya Bakti Sosial dan Kesehatan di Pulau terluar, yang dilaksanakan pada tanggal 23-24 Maret 2023.
Kegiatan hari pertama pada Kamis 23 Maret 2023 adalah di Pulau Lipang, kegiatan yang dilakukan adalah kerja bakti membersihkan Mesjid, pelayanan kesehatan umum, pemberian kacamata gratis dan sunatan masal.
Sementara pada hari yang kedua 24 Maret 2023 kegiatan dilaksanakan di Pulau Marore dimulai pada pagi hari dengan Penanaman bakau (manggrove), kerja bakti bersama masyarakat, pelayanan kesehatan umum, pemberian kacamata gratis kemudian tatap muka Forkopimda dengan masyarakat, sosialisasi wawasan kebangsaan oleh Forkopimda serta kegiatan sosialisasi TMS (Tagana masuk sekolah).

Disamping kegiatan yang diatas Pemerintah daerah juga memberikan bantuan kepada Mesjid berupa satu paket kain kafan jika nanti ada yang meninggal, bantuan sajadah, memeberikan makanan tambahan kepada ibu hamil, memberikan bantuan paket sembako kepada lansia dan kepada kurang lebih 88 kepala keluarga serta bantuan beras untuk mengisi lumbung pangan masyarakat di Kampung Lipang.
Di Kampung Marore Pemerintah daerah juga memberikan bantuan berupa dana hiba kepada GMIST Immanuel Marore sebesar 25 juta rupiah, bantuan kepada anak stunting, bantuan sejadah, kopiah dan sarung kepada saudara kita kaum Muslim.
Dalam sambutannya di Lipang dan Marore Pj. Bupati mengungkapkan bahwa kegiatan ini bisa terlaksana karena sinergitas yang baik antara Pemerintah daerah dan Provinsi.
“Tentunya sinergitas yang baik antara Pemerintah Kabupaten yang bekerja sama juga dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah maupun Provinsi sehingga kegiatan Bakti Sosial hari ini bisa terlaksana, kemudian mengingat wilayah pesisir agak sulit diakses dan keadaan alam yang kadang tidak menentu sehingga kami Pemerintah Kabupaten tidak setiap saat bisa hadir disini,” ucap Tamuntuan.

Berikut adalah beberapa poin penting yang juga disampaikan Tamuntuan dalam sambutannya :
-Pengentasan kemiskinan ekstrim
-Ketahanan pangan melalui Gerakan Mahi e mesuang
-Pengentasan kasus Stunting
-Penggunaan dana Desa harus sesuai juknis dari pusat
-Difabel dan lansia harus memiliki BPJS
-Pemberian bantuan harus sesuai data agar tepat sasaran
Menyikapi masalah kelangkaan pangan yang pernah terjadi beberapa waktu di daerah perbatasan ini yang diakibatkan oleh tidak berlayarnya Sanus (Sabuk Nusantara) 95 selama 3 minggu karena masuk dock maka pemerintah telah menyiapkan tambahan 2 kapal Sanus yaitu Sanus 109 dan Sanus 30 untuk melayani pelayaran ke daerah perbatasan.
Kemudian rangkaian kegiatan didua pulau ini ditutup dengan upacara yang dipimpin langsung oleh Pj. Bupati dan setelah sholat jumat dan makan siang rombongan Forkopimda meninggalkan Marore menuju Tahuna dengan Kapal KRI Kakap 811.
Jufri Pontoh

