
SULAWESI TENGGARA, Binkari – Diduga keliru dalam perencanaan pembangunan bundaran wilayah 1 dan 2 Rahabangga, akhirnya lagi-lagi menelan korban.
Hal tersebut mendapatkan tanggapan dari tokoh pemuda setempat, sangat geram atas keresahan masyarakat sekitar bundaran di Kelurahan Puunaha Kecamatan Unaaha. Bundaran tersebut tidak ada lampu penerangan dan rambu-rambu yang menunjukan ada bundaran.
“Pembangunan bundaran Rahabangga sudah banyak mengakibatkan korban luka bahkan menelan korban jiwa. Baik pengendara roda dua maupun roda empat,” kata mantan Ketum Komisariat Teknik HMI Cabang Konawe, Senin 23 Januari 2023.
Erick Tadjuddin.ST meminta kepada pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional Sulawesi Tenggara (BPJN) turun kelapangan melihat untuk meninjau kembali pembangunan bundaran tersebut.
Karena diduga terjadi kesalahan kajian Geometrik jalan menurutnya, apa sampel penelitian diatas meja atau betul sudah dilapangan pada volume kendaraan simpang tiga Rahabangga.
Kajian penerapan rekayasa Lalu Lintas sistem satu arah pada simpang tiga Straat, pengkajian Tiga Straat A dengan penerapan sistem lalu lintas satu arah dikategorikan dalam tingkat pelayanan B yaitu arus stabil atau tidak.
“Apabila hal ini tidak segera di indahkan, maka jangan salahkan kami untuk melakukan unjuk rasa bersama masyarakat setempat di kantor Balai Pelaksana Jalan Nasional Sulawesi Tenggara (BPJN).” Ucap Erick Tadjudin, ST.
Sambungnya, “mengingatkan berkali-kali, bahkan tidak segan-segan untuk melayangkan surat kepada Menteri Pekerjaan Umum di Jakarta untuk segera mencopot Kepala BPJN Sulawesi Tenggara,” Tegas Erick, sembari berharap untuk mempertimbangkan masukan masyarakat.
Sampai berita ini disajikan, Kepala BPJN Sultra belum bisa dihubungi demi keseimbangan berita.
(Tim)

