
BANTAENG, Sulsel⚡Binkari — Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan kembali dilanda banjir pada Minggu, 30 November 2025. Hujan deras yang mengguyur wilayah setempat menyebabkan sejumlah titik terendam, di antaranya Pasar Baru, Sasayya, Jalan Manggis, Kelurahan Palantikang serta beberapa ruas di sekitarnya.
Ketua LSM TKP Bantaeng, Aidil, menyayangkan kondisi tersebut. Ia menyebut sepanjang tahun 2025, banjir sudah terjadi tiga kali, yakni pada Juni, September, dan November. Namun, menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bantaeng belum menunjukkan langkah konkret dalam penanganan maupun pencegahan banjir.
“Sejauh ini belum ada tindakan nyata dari Pemkab Bantaeng. Tahun ini sudah tiga kali banjir, tetapi upaya penanggulangan belum terlihat,” kata Aidil.
Aidil menilai pemerintah daerah seharusnya memprioritaskan persoalan banjir yang berdampak langsung kepada masyarakat, ketimbang pembangunan fisik yang dinilainya tidak mendesak. Ia menyoroti proyek perbaikan Pantai Seruni dan Pantai Marina yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah.
“Jika anggaran Pantai Seruni dan Marina dialokasikan untuk penanganan banjir, seperti pembenahan saluran pembuangan di Pasar Sentral atau normalisasi titik-titik sungai rawan luapan, dampaknya akan jauh lebih terasa bagi warga,” ujarnya.
Ia juga mendesak DPRD Bantaeng untuk tidak sekadar menyetujui program pembangunan tanpa mempertimbangkan skala prioritas. Menurutnya, lembaga legislatif harus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memfokuskan anggaran pada penanganan banjir.
Aidil turut menyinggung persepsi sebagian masyarakat yang sempat percaya bahwa banjir di Bantaeng akan berakhir setelah pergantian kepemimpinan dari Bupati Ilham Azikin. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan hal sebaliknya.
“Faktanya, Bantaeng tetap banjir. Bahkan tahun ini sudah tiga kali. Kami menunggu keseriusan pemerintah daerah untuk membuktikan komitmennya,” tambahnya.
Ia berharap ke depan pemerintah dan DPRD mampu bekerja sama secara efektif dalam menangani persoalan banjir, tanpa mengedepankan kepentingan kelompok maupun pribadi. (Bang Jul)

