
PAKPAK BHARAT, Sumut ¶ Binkari –
Puskesmas Pembantu (Pustu) kondisi bangunannya seharusnya bagus atau bersih, supaya kelihatannya sehat dipandang mata. Tapi sangat disesalkan, dari pantauan media ini (Binkari) 4/11/2022, kondisi bangunan pustu desa Kuta Dame dusun Galiaman Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat memprihatinkan, bahkan tak ditempati.Plafon Pustu sudah rusak parah hingga kropos, dan kunsen pintu serta jendela sudah pada lapuk dimakan rayap.
Awak media ini langsung ketemu kepala desa Kuta Dame, beliau menuturkan, bahwa Pustu tersebut sudah hampir sepuluh tahun tidak ditempati bahkan sudah pernah diusulkan di DPRD kabupaten Pakpak Bharat dan dinas kesehatan namun sampai sekarang belum terealisasi.
Terkonfirmasi, kepala pustu berisinial (RS) berhasil ditemui di kediamannya, Dia menuturkan bahwa peralatan Pustu tersebut saat ini sedang diantar oleh dinas kesehatan melalui puskesmas kecamatan Kerajaan, yaitu sapu, kain pel dan juga tempat tidur pasien juga obat obatan.
Namun ketika ditanya soal kenapa tidak mau tinggal di pustu?, beliau menjawab akses jalan ke Pustu tidak ada, yang kedua tidak ada perhatian dari kepala dinas yang sekarang, yang paling anehnya pihak dari dinas kesehatan menyuruh (RS) mencari tanah untuk membangun gedung baru, padahal gedung yang sudah ada pun tak terawat, seperti kandang lembu.
Terpisah, kepala dinas kesehatan saat dihubungi via watsapp, beliau menjawab bahwa lagi rapat. Diarahkannya untuk menemui seketaris dinas kesehatan.
Sekretaris dinas kesehatan berhasil dikonfirmasi dikantor, beliau mengatakan bahwa sudah lama itu masalahnya. Selanjutnya Sekretaris dinas dibantu oleh Kabid Pelayanan inisial (SK) menjawab bahwa sudah lama tidak ada bantuan ke Pustu desa Kuta Dame,
Padahal sebelumnya kepala pustu saudara (RS) mengaku bahwa batuan dari dinas sedang diperjalanan. Entah siapa yang salah, terjadi tuding menuding, sepertinya ada kejanggalan antara jawaban kepala pustu dan Kabid Pelayanan.
Apapun itu tentunya harapan masyarakat di desa Kuta Dame dapat pelayanan kesehatan yang baik di Pustu tersebut, demi warga jadi sehat dan bangsa jadi kuat.
Apalagi untuk mendirikan pustu itu menelan anggaran cukup lumayan, asas manfaatnya tidak ada setelah berdiri mega saat itu, dan bisa dikatakan membuang-buang uang negara yang diambil dari pajak masyarakat.
(Hbm)

