
Pinrang, Sulawesi Selatan⚡️Binkari – 26 September 2025 – Laut Teluk Parepare, tepatnya di pesisir Dusun Lero, Desa Ujung Lero, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, menjadi pusat perhatian pada Jumat sore (26/9/2025). Ratusan warga tumpah ruah menyaksikan Lomba Perahu Tradisional Lepa-Lepa Race yang diselenggarakan oleh Pos TNI AL Pinrang bekerja sama dengan masyarakat setempat.
Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-80 Tahun 2025 serta Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 1447 H. Momentum tersebut dimanfaatkan tidak hanya untuk melestarikan budaya bahari, tetapi juga memperkuat kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat pesisir.
Acara yang dimulai pukul 14.00 WITA ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimcam dan tokoh masyarakat. Hadir antara lain Sekcam Suppa Andi Mulyana, S.E. mewakili Camat Suppa, Danramil 1404-01 Suppa Lettu Inf Jamaluddin beserta 10 personel, Danpos TNI AL Pinrang Letda Laut (P) Walno bersama 8 personel Posal, Kapolsek Suppa Iptu H. Ahmad, S.Sos. bersama 15 personel Polsek, jajaran Pol Airud, Kepala Desa Ujung Lero Ahmad Syarif, S.Pd., serta tokoh adat, tokoh agama, dan panitia lomba.
Dalam sambutannya, Sekcam Suppa menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh pemerintah kecamatan terhadap penyelenggaraan lomba. Menurutnya, tradisi ini menjadi pesta adat masyarakat pesisir yang harus terus dijaga karena selain melestarikan budaya, juga mempererat kebersamaan antarwarga.
Danpos TNI AL Pinrang, Letda Laut (P) Walno, menyebut lomba lepa-lepa ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan juga wadah untuk mempererat sinergi antara TNI AL dan masyarakat pesisir.
“Sebagai insan maritim, kami sangat mengapresiasi antusiasme warga Desa Ujung Lero dalam menyukseskan lomba ini. Tradisi balap perahu lepa-lepa adalah warisan budaya bahari yang harus terus dijaga, sekaligus menjadi simbol semangat gotong royong masyarakat pesisir,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa momentum HUT TNI ke-80 sekaligus peringatan Maulid Nabi menjadi momen istimewa untuk meneguhkan kedekatan TNI AL dengan rakyat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa keberadaan Pos TNI AL Pinrang senantiasa hadir mendukung masyarakat, menjaga laut, sekaligus melestarikan tradisi bahari. Harapan kami, kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menghidupkan budaya, tetapi juga mendorong pariwisata bahari di Ujung Lero,” tambahnya.
Perlombaan diikuti oleh 13 peserta di setiap race dengan format dua putaran. Hari pertama menyajikan tiga race sebagai babak kualifikasi menuju semifinal. Suasana pesisir semakin semarak ketika masyarakat berbondong-bondong menyaksikan perahu-perahu lepa-lepa berpacu di atas ombak. Sorak sorai penonton dan dukungan dari tepi pantai menambah meriah jalannya perlombaan.
Hari pertama lomba berakhir pukul 16.00 WITA dan dijadwalkan berlanjut pada Sabtu (27/9/2025) sore untuk babak semifinal hingga final.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga dinilai berpotensi besar mengangkat nama Desa Ujung Lero sebagai destinasi wisata bahari. Keindahan laut Teluk Parepare, ditambah tradisi balap perahu lepa-lepa yang unik, dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan, lomba perahu tradisional ini bukan hanya sekadar peringatan seremonial HUT TNI, melainkan juga wujud nyata sinergitas TNI dan rakyat dalam melestarikan budaya serta menjaga persatuan di wilayah pesisir..
(⭐️)

