
TAHUNA, Sulawesi Utara⚡️Binkari – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas Jalan Bolivard Tidore – Towoe (Kota Tahuna). Korban Aparatur Sipil Negara (ASN) Arman Makapedua (49) menjadi kebiadapan penabrakan oleh sopir mikrolet Romi Samuel Gaghana gegara pengaruh alkohol, mabuk berat. Jumat, 12 September 2025.
Kasatlantas Polres Kepulauan Sangihe, IPTU Nelta Rengkung melalui Kanit Lakalantas AIPDA Idham Daeng Salasa katakan bahwa sekitar pukul 17.00 Wita peristiwa naas itu, mikrolet bernomor polisi (DL 1337 A) yang di kemudikan Romi (46), warga Kolongan Akembawi, ugal-ugalan, melaju dengan kecepatan tinggi dalam keadaan mabuk.

Di atas jembatan Tidore-Towo (TITO), Romi menabrak dari belakang motor Yamaha Jupiter Z1 berplat nomor (DL 3182 A) yang di kendarai Arman, sehingga sepeda motor dan Arman masuk ke kolong mikrolet, dan ia terseret cukup jauh.
Bukannya menolong korban, Romi setelah menabrak, malah terus melaju, melarikan kendaraannya. Membuat masyarakat ditempat kejadian geram melihatnya sehingga dikejar dan berhasil dihentikan.

Korban langsung di larikan ke RSUD Liun Kendage Tahuna, sempat mendapatkan perawatan, namun nyawa Arman Hendrik Makapedua asal desa Mahumu Kecamatan Tamako itu tidak tertolong, dinyatakan meninggal dunia.
Kasus ini diduga terjadi karena kelalaian sopir mikrolet yang mengemudi dalam keadaan mabuk. Sementara ini pelaku di kenakan Pasal 310 dan 311 Undang – Undang Lalulintas.

Keluarga korban Asriel Johan Tatande disapa Asril atau ara Fendi yang juga pemilik group POTENSI bermohon kepada Kapolres, Kajari, Kepala Pengadilan Sangihe untuk menghukum seberat-beratnya sopir kendaraan taxi mikrolet yang pemabuk bernama Romi Samuel itu.
“Sontak kaget mendengar informasi tersebut, membuat kami kehilangan salah satu anggota keluarga (Arman Hendrik Makapedua) yang dikenal karakternya apa adanya, baik, ramah dan supel kepada siapapun. Benar-benar kami keluarga terpukul atas tragedi yang menyedihkan ini.” Ujar Asril via telepon seluler di Manado.

Arman diketahui lahir sampai dewasa di kampung Mahumu Kecamatan Tamako. Sekolah di SD Mahumu, SMP di Tahuna, STM Mahena, kuliah di Politeknik Manado. Lulus ASN di dinas Pekerjaan Umum (PU) daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Menikah dengan Wahyuni Ayu Sagilateng asal Kolongan Beha, pendeta di Manganitu.
Diinformasikan, pemakaman korban almarhum Arman H Makapedua akan dilaksanakan pada hari Senin 15 – 9 – 2025 pukul 14.00 di kediamannya, keluarga Makapedua – Sagilateng di Kelurahan Kolongan Beha Kecamatan Tahuna Barat.
“Terimakasih atas empati atau rasa duka dari bapak ibu dan saudara sekalian untuk kami keluarga.” Kunci ara Fendi.
Josua

