
BANTAENG, Sulawesi Selatan⚡️Binkari – Gelombang perlawanan buruh di Kawasan Industri Bantaeng kembali mencuat. Aliansi Buruh dan Organisasi Kepemudaan (OKP) Kabupaten Bantaeng beserta Mahasiswa menggelar aksi Demo damai didepan Kantor DPRD Bantaeng, Senin (8/9/2025) pukul 11:00 WITA.
Aksi ini lahir dari keresahan buruh PT Huadi Nickel Alloy Indonesia yang tergabung dalam Serikat Buruh Pertambangan Industri dan Energi (SBIPE KIBA). Mereka menilai kesepakatan yang ditandatangani pada 29 Juli 2025 bersama pihak perusahaan, Bupati Bantaeng, dan Kapolres Bantaeng tidak pernah dijalankan oleh manajemen PT Huadi.
“Sejak gelombang PHK massal Desember 2024 hingga hari ini, hak-hak buruh belum dipenuhi. Kesepakatan yang sudah ada pun diabaikan. Kami menuntut pemerintah daerah dan DPRD turun tangan tegas sesuai kewenangan masing-masing,” tegas para pendemo
Aliansi menegaskan aksi damai ini bukan sekadar protes, melainkan penyampaian aspirasi buruh atas ketidakadilan yang terus berlarut. Mereka menuntut adanya langkah nyata dari pemerintah dan DPRD Bantaeng untuk menekan perusahaan agar memenuhi kewajiban terhadap pekerja.
Adapun organisasi yang bergabung dalam aksi ini antara lain: ANSOR, PMII, GMNI, SEMMI, FMN, HMI, HPMB RAYA, SBIPE, dan AGRA Bantaeng.
Aliansi juga berharap pihak kepolisian memberikan pengawalan penuh demi kelancaran dan ketertiban jalannya aksi. Mereka menegaskan, aksi ini akan berlangsung damai, namun tidak menutup kemungkinan menjadi gelombang perlawanan yang lebih besar apabila tuntutan buruh terus diabaikan.(Bang Jull)

