
Gowa, Sulawesi Selatan⚡️Binkari – Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Gowa, Rismawati Kadir Nyampa, tampil berapi-api dalam orasi politiknya pada pertemuan perwakilan partai politik se-Kabupaten Gowa. Dengan suara lantang dan penuh wibawa, perempuan yang dijuluki Macan Betina Gowa itu menegaskan pentingnya menjaga perdamaian serta menolak segala bentuk demonstrasi anarkis di wilayah Kabupaten Gowa.
Dalam orasinya, Rismawati menyerukan agar masyarakat tetap menjadikan perdamaian sebagai fondasi kehidupan bersama. Ia menilai, kerukunan dan harmoni antarmasyarakat adalah kunci menjaga stabilitas sosial, terutama di tengah dinamika politik dan ekonomi yang terus berkembang.
“Gowa harus tetap damai. Kita semua harus menjaga persatuan dan menolak tindakan anarkis yang hanya akan merusak keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.
Rismawati Kadir Nyampa dikenal luas sebagai sosok perempuan tangguh dalam dunia politik Gowa. Sebagai Ketua DPC Partai Demokrat, ia menunjukkan kepemimpinan yang kuat serta aktif menggerakkan partai dalam berbagai agenda politik maupun kegiatan sosial kemasyarakatan. Julukan Macan Betina Gowa melekat padanya sebagai simbol keberanian dan ketegasan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Lebih jauh, Rismawati menegaskan bahwa aspirasi masyarakat harus disampaikan dengan cara-cara yang bijak dan tertib. Menurutnya, demonstrasi yang berujung anarkis bukanlah solusi, melainkan ancaman bagi stabilitas daerah.
“Perbedaan pendapat itu wajar, tapi jangan sampai melahirkan tindakan anarkis. Mari kita utamakan musyawarah dan dialog agar Gowa tetap aman dan damai,” ujarnya di hadapan peserta kegiatan.
Sejalan dengan orasi Rismawati, Kabiro Bhinkari Gowa, Rahim, menilai bahwa pesan damai yang disampaikan merupakan langkah positif bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa demonstrasi adalah hak demokrasi, namun harus dijalankan secara tertib dan sesuai aturan.
“Kami di Bhinkari mendukung penuh setiap suara yang mengajak masyarakat untuk menolak anarkisme. Mari menjaga rumah besar kita bersama, dengan mengedepankan musyawarah, saling menghargai, dan menolak segala bentuk tindakan anarkis,” kata Rahim.
Rahim menutup ulasannya dengan harapan agar Kabupaten Gowa menjadi daerah yang selalu aman, damai, dan harmonis, sehingga pembangunan dapat berjalan lebih baik.
Rahim

