
Bulukumba, Sulawesi Selatan⚡️Binkari – Suasana depan Kantor DPRD Kabupaten Bulukumba pada Senin (01/09/2025) tampak dipenuhi oleh ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung. Dengan membawa spanduk, pengeras suara, dan semangat perjuangan, mereka menyuarakan berbagai aspirasi rakyat yang menurut mereka perlu segera mendapat perhatian serius dari wakil rakyat.
Aksi yang digelar sejak pagi hingga siang itu berlangsung dalam pengawalan ketat aparat gabungan dari Polres Bulukumba dan Kodim 1411. Personel terlihat berjaga di setiap sudut gedung DPRD, mengatur arus lalu lintas, hingga berbaur dengan massa aksi untuk memastikan situasi tetap kondusif. Kehadiran aparat yang sigap turut memberikan rasa aman, sehingga unjuk rasa berjalan tertib tanpa adanya kericuhan.
Dalam orasinya, mahasiswa menegaskan bahwa DPRD Bulukumba harus lebih peka terhadap persoalan masyarakat, terutama menyangkut pembangunan daerah, transparansi anggaran, serta fungsi pengawasan yang dianggap masih lemah. “Kami hadir di sini bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk menyuarakan keresahan rakyat. DPRD jangan hanya duduk di kursi empuk, tetapi harus mendengar dan berbuat nyata,” tegas salah seorang orator.
Namun, sorotan tajam juga muncul ketika Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba akhirnya keluar menemui mahasiswa. Harapan besar semula tertuju pada sosok pimpinan dewan yang bisa memberi jawaban tegas dan lugas. Sayangnya, di mata mahasiswa, sikap Ketua DPRD justru menunjukkan kelemahan.
“Parah sekali, sekelas Ketua DPRD menemui kami ternyata masih membaca naskah. Seharusnya beliau bisa bicara langsung tanpa teks, menunjukkan kapasitas sebagai pemimpin rakyat,” sindir salah satu mahasiswa dengan lantang.
Kekecewaan itu sontak memantik riuh di tengah massa aksi. Meski begitu, mahasiswa tetap menjaga sikap damai dan mengakhiri aksinya dengan tertib setelah menyampaikan semua tuntutan. Aparat keamanan masih bertahan di lokasi hingga massa benar-benar membubarkan diri.
Aksi damai tersebut kembali menegaskan bahwa mahasiswa melalui Aliansi Cipayung tetap konsisten menjadi mitra kritis pemerintah dan DPRD. Mereka menekankan, jika tuntutan tidak diindahkan, aksi serupa bahkan dengan skala lebih besar tidak menutup kemungkinan akan kembali digelar di kemudian hari.
Abdul Rauf Bulukumba Sulsel

