
BANTAENG, Sulsel⚡Binkari — Kinerja Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantaeng, Budi Santoso, kembali menuai sorotan publik. Pasalnya, setiap kali ada aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa, LSM, buruh, hingga masyarakat umum, sang ketua dewan nyaris tak pernah hadir menemui massa.
Kondisi ini menimbulkan kesan bahwa Budi Santoso “alergi” terhadap pendemo, sehingga peran DPRD sebagai wadah penyalur aspirasi rakyat menjadi tumpul dan hanya sebatas slogan.
“Sudah berulang kali masyarakat mendatangi kantor DPRD, tapi tidak pernah ditemui langsung oleh ketua dewan. Kalau begini terus, untuk apa ada DPRD kalau aspirasi rakyat diabaikan?” ujar salah seorang aktivis yang turut dalam aksi, Senin (1/9/2025).
Kekecewaan publik makin menguat. Tidak sedikit yang mendesak agar Budi Santoso diganti dengan figur lain yang lebih terbuka dan mampu menjalankan tugas pokok serta fungsi sebagai wakil rakyat.
Desakan ini menjadi alarm keras bagi DPRD Bantaeng agar segera melakukan pembenahan, mengingat krisis kepercayaan terhadap lembaga legislatif bisa semakin meluas bila aspirasi rakyat terus diabaikan.
Sampai berita ini naik tayang, Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng Budi Santoso belum berhasil ditemui untuk dimintai tanggapan. (Bang Jull)

