
Bulukumba, Sulawesi Selatan⚡️Binkari – Salah satu nasabah SMS Finance di Kabupaten Bulukumba, Haji Bambang, mengaku mengalami kesulitan dalam proses pengambilan BPKB kendaraannya, meskipun ia telah menyelesaikan seluruh kewajiban pelunasan. Kejadian ini menimbulkan kekecewaan mendalam, hingga Haji Bambang mendesak agar pembiayaan SMS Finance yang berlokasi di Bulukumba segera ditutup.
Menurut keterangan Haji Bambang, ia telah melunasi cicilan kendaraan meskipun atas nama orang lain atau bukan tangan pertama. Saat hendak mengambil BPKB, pihak SMS Finance menyarankan agar ia membawa surat kuasa dari pemilik pertama. Tak ingin bermasalah, Haji Bambang pun memenuhi permintaan itu dan kembali dengan seluruh persyaratan lengkap.
Namun, setelah kembali ke kantor SMS Finance di Bulukumba, dirinya justru dipersulit dengan berbagai alasan yang tidak jelas. Hal ini membuat Haji Bambang merasa diperlakukan tidak adil dan menyebut layanan SMS Finance di daerah tersebut sangat menyulitkan masyarakat.

“Saya sudah bawa semua sesuai yang diminta, termasuk surat kuasa dari pemilik pertama, tapi tetap saja saya dipersulit. Untuk apa ada prosedur kalau tidak dijalankan secara manusiawi? Lebih baik kantor ini ditutup saja,” ujar Haji Bambang dengan nada kecewa.
Saat dikonfirmasi, Kepala Cabang SMS Finance Bulukumba yang bernama Ismi menyatakan bahwa pihaknya tetap berpegang pada prosedur.
“Kami di sini bekerja sesuai prosedur, Pak. Tidak bisa serta-merta kami ambil keputusan atau menyerahkan dokumen penting begitu saja. Semua harus sesuai aturan yang berlaku,” jelas Ismi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan apakah BPKB milik Haji Bambang akan segera diserahkan atau tidak. Kasus ini pun menjadi sorotan karena dinilai mencerminkan buruknya pelayanan lembaga pembiayaan terhadap nasabah yang sudah patuh terhadap aturan.
ARM

