
Gayo Lues, Binkari — Curah hujan tinggi yang melanda Aceh dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah kabupaten/kota. Kini, Kabupaten Gayo Lues turut terdampak, dengan kondisi yang mengkhawatirkan di sejumlah titik rawan bencana.
Informasi dari relawan dan petugas lapangan menyebutkan bahwa puluhan desa di beberapa kecamatan mulai terendam banjir dan tertutup material longsor. Akses jalan utama juga dilaporkan mengalami kerusakan, sehingga ratusan Kepala Keluarga (KK) dan ribuan jiwa berpotensi terisolir apabila curah hujan tidak segera mereda.

Selain merendam permukiman warga, bencana ini juga menghancurkan lahan pertanian dan persawahan, yang merupakan sumber mata pencaharian utama masyarakat Gayo Lues. Beberapa titik dilaporkan mengalami kerusakan signifikan pada tanggul irigasi dan saluran air.
“Air mulai naik sejak malam. Warga terpaksa siaga karena khawatir banjir susulan. Banyak sawah yang sudah hancur,” ujar salah seorang warga yang terdampak.
BPBD Gayo Lues menyampaikan bahwa kondisi tanah yang jenuh air membuat potensi longsor semakin tinggi. Tim sudah dikerahkan untuk pemantauan cepat dan bantuan darurat, meski laporan dari sejumlah desa masih belum sepenuhnya masuk.

“Kita terus berkoordinasi dengan aparatur desa dan relawan. Masih banyak wilayah yang belum bisa kami akses, sehingga kami belum mendapatkan laporan lengkap,” kata salah satu petugas BPBD.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera memetakan wilayah rawan bencana, menyiapkan lokasi pengungsian, memastikan ketersediaan logistik, serta melakukan penanganan cepat sebelum akses antarwilayah benar-benar terputus.
Di tengah provinsi Aceh yang sedang dilanda bencana di berbagai kabupaten/kota, situasi di Gayo Lues kini menjadi perhatian serius. Warga terus dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika terjadi peningkatan debit air atau tanda-tanda longsor.
Rahmad

