
BANTAENG, Sulsel⚡Binkari — Proyek pembangunan jalan tani di Desa Bonto Tiro, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, kembali menjadi sorotan setelah warga menemukan dugaan kuat adanya penyimpangan anggaran. Proyek jalan tani yang dibiayai melalui anggaran tahun 2022 senilai kurang lebih Rp116 juta itu dinilai tidak sesuai dengan hasil pekerjaan di lapangan.
Berdasarkan proposal dan rencana kegiatan, pembangunan jalan tani dengan jenis pekerjaan rabat beton seharusnya mencapai 350 meter. Namun kenyataannya, warga menemukan pekerjaan tersebut hanya dikerjakan sekitar 50 meter.
Beberapa warga yang tidak ingin disebut identitasnya mengaku heran dengan perbedaan mencolok antara panjang jalan yang seharusnya dan hasil pekerjaan yang tampak.
“Seharusnya 350 meter panjang jalan tani itu, tetapi kami lihat hanya sekitar 50 meter yang dikerjakan. Padahal anggarannya ratusan juta,” ujar sejumlah warga kepada tim media, Selasa (25/11/2025).
Temuan warga ini turut diperkuat oleh hasil investigasi tim media langsung di lokasi. Pengukuran lapangan menggunakan meteran memastikan bahwa panjang jalan hanya 50 meter, dengan ketebalan rabat beton yang juga terpantau tidak seragam, yakni antara 15 cm hingga 20 cm.
Dugaan penyimpangan anggaran ini pun memicu keresahan warga dan mendorong mereka meminta aparat penegak hukum untuk turun tangan melakukan penyelidikan. Masyarakat menilai adanya potensi tindak pidana korupsi yang dilakukan dalam pengelolaan anggaran tersebut.
“Kami minta Kejaksaan segera memeriksa Kepala Desa Bonto Tiro. Ada yang tidak beres dalam proyek ini,” tegas sejumlah warga.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Bonto Tiro, Arman, membantah seluruh dugaan tersebut. Ia menegaskan bahwa pekerjaan jalan tani sudah sesuai dengan anggaran yang tersedia dan tidak ada penyimpangan seperti yang dituduhkan.
“Sesuai di prasasti itu. Kalau kurang yakin, temui saja Inspektorat untuk mempertanyakannya,” ujarnya kepada awak media, Rabu (26/11/2025).
Namun, pernyataan Arman justru memunculkan tanda tanya baru. Saat menghubungi seseorang melalui telepon di hadapan wartawan, Arman menyebut bahwa proyek jalan tani tersebut bukan hanya satu titik, melainkan beberapa titik sekaligus. Anehnya, ia tidak mampu menjelaskan di mana lokasi titik-titik lainnya.
Keterangannya yang tidak jelas ini membuat dugaan warga semakin menguat.
Ada apa dengan proyek jalan tani Desa Bonto Tiro?
Publik kini menunggu langkah tegas dari aparat penegak hukum, khususnya Inspektorat dan Kejaksaan, untuk mengungkap kebenaran di balik proyek yang dinilai janggal ini. (Bang Jul)

