
Solar subsidi adalah jenis bahan bakar minyak (bbm) yang mendapat subsidi dari pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Biasanya dipakai untuk kendaraan umum semisal truk angkut sampah, ambulance, mesin usaha pertanian, mesin usaha perikanan dan lain sebagainya.
Bedanya dengan solar non subsidi, atau solar industri, adalah bahan bakar minyak yang digunakan dalam sektor industri dan tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah. Harga solar non subsidi lebih mahal.
Tak heran solar bersubsidi disala gunakan oleh oknum-oknum yang mencari keuntungan semata.
Baru-baru ini ditemukan salah satu mobil pick up jenis gran max diduga mengangkut bbm jenis solar subsidi ke tambang pasir milik H.Islamuddin di wilayah desa Manyampa kecamatan Ujung loe kabupaten Bulukumba. Rabu 26 Juli 2025.
Hasil wawancara awak media Binkari terhadap sopir mobil pembawa solar subsidi, “ambil dimana solar ini pak? Dari kota, dijemput dari adik.” jawaban sopir berbelit-belit, terkesan menyembunyikan sesuatu.
Bisa dikatakan Polres Bulukumba kecolongan, kinerja kesatuan intelnya dipertanyakan. Kenapa masih ada praktek-praktek ilegal di SPBU yang diduga kuat pengusaha tambang membeli solar bersubsidi.
Seharusnya pengusaha tambang tak bisa lolos dari pantauan APH tentang praktek yang merugikan negara itu. Kenyataannya masih saja beroperasi, bermacam modus atau cara yang mereka lakukan demi meraup keuntungan.
Bayangkan saja, jika ini dibiarkan, bukan main kerugian negara Indonesia ini. Bahkan kebocoran uang negara tak terhitung lagi gegara tak seriusnya APH menangani kasus-kasus seperti ini.
Masyarakat meminta pak Kapolres Bulukumba untuk meningkatkan kinerja jajarannya. “Kapolres lebih tegas terhadap anak buanya, jangan dianggap oleh masyarakat tak bekerja demi bangsa dan negara.” Ucap warga yang identitasnya tak mau di publis.
Disisi lain masyarakat mengapresiasi kinerja Kapolres beserta jajarannya dalam pengungkapan kasus lain yang dapat diselesaikan dengan sempurna.
Di HUT Bhayangkara ke 79 ini kiranya menjadi momentum untuk memperbaiki jati diri Polri.
Rauf

