
MAKASAR, Sulawesi Selatan⚡️Binkari – Keluarga besar bapak daeng Jaya dan Ibu haja Sakati menggelar prosesi Mappaccing sebagai bagian dari rangkaian acara pernikahan adat Makassar untuk putra mereka Rislam daeng Nuntung dan Mirda daeng Baji, Jumat 22 AGUSTUS 2025.
Mappaccing adalah upacara adat yang bertujuan membersihkan dan menyucikan diri calon pengantin dari hal-hal buruk sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Prosesi ini dilaksanakan pada malam sebelum akad nikah dan dihadiri oleh keluarga dan tetua adat
Mappaccing memiliki makna yang mendalam tentang kesucian, kebersihan, dan kerukunan dalam berumah tangga. Prosesi ini juga menggambarkan pentingnya restu keluarga dan masyarakat dalam memulai kehidupan baru. Ini termasuk bagian dari pelestarian budaya yang menjadi kebanggaan adat Bugis dan Makassar.
Upacara adat mappacci dilaksanakan pada waktu malam menjelang acara akad nikah /ijab kabul keesokan harinya. Upacara mappacci adalah salah satu upacara adat Bugis makassar yang dalam pelaksanaannya menggunakan daun pacar (Lawsania alba), atau Pacci.
Sebelum kegiatan ini dilaksanakan biasanya dilakukan dulu dengan appatamma, (khatan Al-Quran) dan barazanji. Daun pacci ini dikaitkan dengan kata paccing yang maknanya adalah kebersihan dan kesucian.
Dengan demikian pelaksanaan mappacci mengandung makna akan kebersihan raga dan kesucian jiwa. Rahim kabiro media Bintang Bhayangkara Indonesia atau BINKARI kabupaten Gowa.
Rahim

